Latihan Bisnis Sejak Kecil

Latihan Bisnis Sejak Kecil

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Jiwa bisnis seseorang muncul biasanya seiring dengan perkembangan kepribadian, karakter, dan mental seseorang. Hal ini terbentuk dalam diri kita, masuk dalam file alam bawah sadar kita. Yang membentuknya adalah pengalaman, pembelajaran, emosi, pembinaan, kondisi, dan kebiasaan dalam sejarah perkembangan kita. Oleh karena itu, pola asuh orang tua sangat berperan membentuk jiwa bisnis maupun kepribadian setiap orang. Betapa tidak, sejak usia bayi, anak-anak dan remaja, yang merupakan masa-masa krusial pembentukan kepribadian seseorang, kita diasuh dan dididik oleh kedua orangtua kita.

Baca juga: Kepribadianku Menentukan Masa Depanku

Waktu kecil dulu, kondisi dan tata nilai yang dianut orang tua kita yg membentuk pondasi jiwa kita. Kalo orang tua kita adalah keluarga bisnis, yang berjuang untuk menghidupi keluarganya, maka sudah pasti akan cepat muncul dalam diri kita jiwa bisnis itu. Tapi kalo orang tua kita adalah orang yang berada, berkecukupan, glamour dan cenderung memanjakan anak-anaknya, maka sudah Pasti akan lambat jiwa bisnis kita muncul atau bahkan tidak ada. Kecuali orangtua yang memang mendidik langsung anak-anaknya untuk mengelola bisnis sejak kecil.

Aku dibesarkan oleh kedua Orangtua yang Pebisnis dan Pedagang. Sejak kecil sudah ditempa dengan pekerjaan-pekerjaan yang… lumayan… berat karena harus membantu pekerjaan ORTU. Membantu Bapak pekerjaan di sawah, ladang dan menggembala kerbau. Mencari rumput untuk makanan kerbau. Membantu Ibu pekerjaan di rumah dan berdagang. Kadang-kadang harus menjajakan dagangan makanan di tempat-tempat acara hiburan atau tempat orang punya hajat. Di rumah juga ada warung kelontong yang menjajakan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Kenangan Anak Gembala

Kisah itulah yang banyak membentuk karakter dan jiwa bisnisku. Rupanya jiwa berdagang lambat laun masuk dalam alam bawah sadarku. Setiap ada peluang bagus, saya berpikir untuk mengembangkan bisnis yang tepat…

  • Sejak kecil saya terbiasa jualan layang-layang, mercon/petasan, dan mainan tradisional anak-anak kepada teman-teman gaul. Dan kebanyak mainan masa kecil itu, saya buat sendiri, kemudian saya jual.
  • Mainan masa kecil seperti kelereng, gambar wayang, karet gelang pun sering aku jual ke teman-teman bermain. Ketika bermain dan aku menang, stock banyak, maka teman-temanku akhirnya beli lagi.
  • Ketika musim lebaran tiba, aku jualan kantong plastik kresek di pantai untuk wadah sandal/sepatu para pengunjung.
  • Ketika kuliah aku jualan stiker, kaos dan jaket campus dengan sistem konsinyasi, titip di Koperasi Mahasiswa. Setiap bulan saya mengontrol penjualannya dan mengambil hasilnya dari koperasi.
  • Pernah mencoba jualan buku-buku Islami di emperan masjid selepas sholat Jum’at dan dipasarkan kepada teman-teman di kantor dan teman pergaulan.
  • Waktu menjadi pegawai negeri, setiap hari jualan cemilan, gorengan masakan istri kepada teman-teman di kantor. Setiap hari bangun pagi, membantu istri untuk menyiapkan makanan ringan untuk dibawa dan dijual ke kantor.
  • Dll

Itulah Latihan Bisnisku sejak kecil. Hingga sekarang pun jiwa bisnis ini tak akan lepas dari diri dan keluargaku. Kami sedang merajut Bisnis Keluarga yang dipersiapkan untuk masa depan anak-anakku. Semoga Allah SWT membimbing dan meridhai kami sekeluarga, Amin…

Baca juga: Membentuk Jiwa Bisnis

Salam perubahan…!!!



Categories: Masa lalu

Tags: , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Membentuk Jiwa Bisnis | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: