Who Am I? Menemukan Jati Diri

Menemukan Jati Diri

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Tiada hari tanpa melihat cermin. Setiap hari Anda pasti bercermin kan? Untuk apa coba? Ingin memastikan aku ini cantik tidak, aku ini ganteng gak? Untuk melihat make-up sudah rata belum, lipstik sudah merah belum, sisiran rambut sudah rapi belum, pakaian sudah pas belum. Atau bahkan untuk cek tubuhku sudah ramping/kurus belum, sudah gemuk belum, sudah ideal belum, Dan lain-lain…

Coba ketika Anda bercermin berhenti sejenak. Jangan hanya sekedar untuk tujuan di atas, tapi tanyakan pada bayangan yang ada di cermin: “Siapakah Kamu?” atau “Kamu Ini Siapa?”

Pertanyaan itu sebenarnya untuk mengajak Anda mengenal lebih jauh siapa jati diri Anda? Mungkin masih banyak yang bertanya, terutama usia remaja, mengenai arti dari jati diri dan bagaimana cara mencari jati diri? Mungkinkah Anda telah menemukan jati diri Anda sendiri? Atau hinga saat ini masih mencarinya? Tidak sedikit orang yang masih bingung tentang konsep jati dirinya, sehingga muncul istilah mencari jati diri. Jangan sampai salah ya dalam mencarinya… karena jika salah, sangat berbahaya! Sebab semua tindakan kita nantinya akan berlandaskan pada konsep jati diri kita sendiri. Jika salah, tentu tindakan dan perilaku kita akan salah. Kita sendiri bisa celaka, baik di dunia maupun di akhirat.

Apa Itu Jati Diri?

Ada yang menyebutkan bahwa jati diri adalah karakter dasar manusia, atau diri kamu sesungguhnya, ada juga yang mengatakan bahwa seseorang akan menemukan jati diri seiring dengan perkembangan kedewasanya. Mungkin ungkapan seperti ini ada benarnya, karena Jati diri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sifat seseorang yang muncul dengan sendirinya sejak kecil. Jati Diri merupakan identitas seseorang yang jelas sehingga menggambarkan bagaimana orang lain mengenal tentang dirinya.

Sering kali orang memberikan definisi jati diri berdasarkan jawaban dari 3 buah pertanyaan mendasar berikut ini:

  • Dari mana aku?
  • Untuk Apa Aku ada?
  • Mau kemana aku?

Ya, ketiga pertanyaan ini kedengarannya cukup sederhana, tetapi memerlukan pemikiran yang mendalam untuk dapat mengetahui jawaban yang benar. Tidak sedikit orang yang bingung menjawabnya dan akhirnya dia lupa untuk menjawab 3 pertanyaan ini. Mereka hanya berfikir, yang penting jalani saja hidup ini mengalir apa adanya.

Bagaimana Cara Mencari Jati Diri?

Allah Sang Maha Pencipta dan Maha Mengetahui lah, satu-satunya Dzat yang paling mengetahui siapa diri kita. Oleh karena itu, mengapa kita harus mencari dan menemukan makna jati diri dari selain Dia? Mengapa kita harus mengikuti berbagai konsep jati diri yang bukan bersumber dari Allah? Hanya dari Allah saja kita akan menemukan jawaban yang paling tepat, dan dijamin tidak akan salah sehingga hidup kita akan lebih bermakna.

Anda boleh saja (bahkan harus) menggali lebih dalam apa bakat dan potensi yang Anda miliki, karena itu merupakan Keunikan Diri Anda, bukan jati diri Anda. Itu merupakan salah satu modal dan senjata ampuh Anda untuk hidup lebih baik dan sukses. Tetapi tetap harus dilandasi dengan konsep jati diri yang bernar, sehingga hidup lebih berkah dan bermakna…

Jati Diri Manusia Sesungguhnya

Untuk menemukan Jati diri, “Siapa Aku?” dan “Dari mana Aku?” pelajarilah Alqur’an tentang kisah penciptaan manusia. Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah, terbuat dari tanah dan kemudian tiupkan ruh oleh Allah. Manusia juga dilengkapi dengan potensi hebat yaitu hati, akal dan jasad. Hati dan akal inilah yang membuat manusia mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan makhluk lain.

“Yang menjadikan segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan juga Yang memulai penciptaan manusia dari saripati tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunan manusia dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan juga meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan untuk kamu pendengaran, penglihatan dan juga hati; (tetapi) sedikit sekali dari kalian bersyukur.” (QS As Sajadah: 7-9)

Untuk Apa Aku Ada?

Untuk menjawab pertanyaan ke-2, yaitu “Untuk Apa AKu ada?”, maka taddaburilah ayat Alqur’an berikut ini:

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan juga manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Ad-Dzariyat : 56)

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman pada para Malaikat: Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka bertanya: Mengapa Engkau akan menjadikan (khalifah) di bumi  orang yang akan berbuat kerusakan padanya dan akan menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih dengan memuji Engkau dan juga mensucikan Engkau? Allah berfirman: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” (Al Baqarah: 30)

Jadi ada 2 tujuan utama Alloh menciptakan manusia di muka bumi, yaitu dijadikan sebagai Khalifah dimuka bumi ini dan untuk Beribadah kepada Allah. Semua aktivitas dan tindakan yang kita lakukan, seharusnya bertujuan untuk menjalankan kedua peran ini, sebagai khalifah dan Hamba Allah.

Untuk tujuan itu, Allah menganugerahkan kita dengan berbagai potensi yaitu hati, akal, dan jasad yang cukup untuk memikul kedua tugas ini. Sebagai seorang Khalifah, maka tugas kita adalah untuk menjaga dan melestarikan alam semesta beserta peradabannya. Kita dilarang untuk berbuat kerusakan di muka bumi, dengan melanggar tatanan dan hukum Allah. Semua perbuatan maksiat dan dosa pada hakikatnya adalah pasti merusak tatanan kehidupan di alam semesta. Dan sebagai seorang Hamba, maka tugas kita adalah untuk menyembah, untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Semua amal dan aktivitas kita dalam rangka menjaga Hukum Allah di muka bumi ini pasti akan bernilai ibadah di sisi-Nya…

Mau Kemana Aku?

Perhatikan firman Allah berikut:

“Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka bagi mereka surga sebagai tempat tinggalnya, sebagai pahala bagi apa yang telah mereka kerjakan. Dan adapun bagi orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka ialah neraka jahannam. Setiap kali mereka ingin keluar dari neraka, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan pada mereka, Rasakanlah siksa api neraka yang dulu kamu mendustakannya.” (QS As Sajadah: 19-20)

Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Manusia, bagaimana pun kondisinya, kaya, miskin, sehat, sakit, berkuasa, rakyat biasa, dll, semuanya akan mati dan menghadap kembali kepada Ilahi. Dunia yang dicari tidak akan dibawa mati…

Trus, setelah manusia mati, apakah selesai? Tidak, masih ada kampung akherat. Di sinilah tempat tinggal kita yang abadi, apakah kita akan berada di Surga, atau di Neraka??? Kita akan memilih yang mana? Tentu saja, setiap orang yang beriman pasti berharap mendapatkan balasan surga dari Allah. Syaratnya ialah hidup kita harus sesuai dengan tujuan keberadaan kita, yaitu sebagai Khalifah dan Hamba Allah.

Semoga tulisan ini membantu Anda, khususnya para remaja dan pemuda yang masih bertanya & mencari jati dirinya agar tidak salah langkah dan terbawa arus zaman yang kadang menyimpang dari hakikat penciptaan manusia…

Baca juga: Kepribadianku Menentukan Masa Depanku

So… Bersiaplah. Berbekalah. Belajarlah. Dan…. BERUBAH-lah. Maka Anda akan sukses…

Salam perubahan…!!!



Categories: Personal

Tags: , , , ,

10 replies

Trackbacks

  1. Citra Diri Positif | Sugibisnis's Blog
  2. Kekuatan Pandangan Mata | Sugibisnis's Blog
  3. Alam Tidak Pernah Bohong | Sugibisnis's Blog
  4. Tips Cara Menikmati Hidup | Sugibisnis's Blog
  5. Kepribadianku Menentukan Masa Depanku | Sugibisnis's Blog
  6. Bertanya Kepada Diri Sendiri | Sugibisnis's Blog
  7. Selembar Kertas Putih | Sugibisnis's Blog
  8. Apa Kiprahku di Dunia? | Sugibisnis's Blog
  9. Fitrah Tauhid dan Ikrar Kehidupan – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: