Kesalahan Pebisnis Pemula

Kesalahan Pebisnis Pemula

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Masih melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Apa Pikiran Anda tentang Bisnis, kali ini akan dibahas mengenai kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para pebisnis pemula. Didasari dengan keinginan yang kuat dan menggebu-gebu untuk terjun ke dunia bisnis dan setelah dirinya menemukan ide bisnis yang pas, biasanya orang akan berani untuk memulai jalankan bisnisnya. Ia akan mengerahkan segala tenaga dan pikirannya untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya itu.

Setelah yakin dengan keputusan bisnisnya, maka dimulailah perjalanan bisnis barunya. Diawali dengan Keyakinan dan Keberanian, Bismillah… Pebisnis pemula mulai melangkah untuk start-up bisnisnya.

  • Jika bisnisnya harus memproduksi barang sendiri, ia akan membeli peralatan, perlengkapan dan bahan-bahan yang dibutuhkan.
  • Mulailah untuk membuat produk yang akan dipasarkan.
  • Jika produknya memasarkan produk orang lain, mulailah mencari supplier dan memesan produknya.
  • Mulailah untuk repacking kemasan produk jika diperlukan.
  • Mulailah dengan buka toko atau lapak.
  • Mulailah menghitung harga pokok dan menetapkan harga jual.
  • Mulailah untuk melakukan penawaran dan promosi, baik secara online maupun offline.
  • Mulailah untuk mamasarkan dan menjual produknya.
  • Mulailah berkeliling untuk mengantarkan atau mengirimkan produk ke pembeli, atau mungkin dengan buka toko/lapak sendiri.
  • Mulailah menerima uang hasil penjualan produk dan mengelolanya untuk melanjutkan bisnisnya itu…

Namun, tahukah Anda, terkadang keinginan menggebu-gebu untuk bisa terjun dan berhasil di dunia bisnis seringkali membuat kita lupa. Kita sering meremehkan hal-hal sederhana yang sebenarnya justru bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Hal yang tidak diperhitungkan dengan matang inilah yang kemudian justru bisa menjadi penyebab utama hancurnya bisnis yang sedang susah payah dirintis.

Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para Pebisnis Pemula, dan Anda tidak perlu untuk menirunya ya…

  • Pebisnis Pemula lupa, bisnisnya tidak didahului dengan riset pasar dan produk (R & D) untuk menemukan produk yang pas untuk dijual

Sedari awal Anda harus melakukan riset pasar secara lebih mendalam. Jangan sekedar asal terjun ke dalam dunia bisnis baru dan meriset pasar belakangan. Ini ibaratnya seperti anda memasuki hutan belantara tanpa membawa kompas, tak mengetahui arah pasti yang dituju. Riset pasar akan membantu bisnis anda lebih berkembang karena memiliki sasaran yang sudah jelas.

  • Pebisnis Pemula tidak pernah menggaji dirinya sendiri

Untuk memulai bisnis, Anda akan mengerahkan segala potensi yang dimiliki, pikiran, waktu dan tenaga yang dimiliki. Anda kerja keras, pontang-panting untuk menjalankan bisnisnya agar berkembang. Namun Anda lupa, dalam menghitung harga pokok produk dan menentukan berapa harga jual yang pas, Anda tidak memperhitungkan Tenaga dan Kompetensi Anda sendiri. Kelihatannya Anda untung besar, tapi tenaga Anda habis, capek, lelah. Ketika suatu saat Anda jatuh sakit, dan harus memperkerjakan orang lain, baru Anda menyadari ada biaya yang harus dikeluarkan yaitu GAJI. Akhirnya keuntungan Anda semakin menipis, atau terpaksa Anda harus menaikkan harga jual produk, konsumen pun kaget karena tiba-tiba harga naik…

  • Pebisnis Pemula tidak memperhitungkan nilai penyusutan dari peralatan yang digunakan

Peralatan yang digunakan untuk membuat produk sendiri dan untuk operasional bisnis memiliki masa manfaat. Lama-lama kondisinya akan menurun, aus, dan akhirnya rusak. Maka Anda harus mengeluarkan modal lagi untuk beli peralatan yang baru. Lain halnya ketika dari awal Anda sudah perhitungkan biaya penyusutan dalam komponen harga, ibaratnya Anda telah mencadangkan dana secara rutin untuk membeli kembali peralatan baru ketika rusak…

  • Pebisnis Pemula tidak memisahkan antara modal dan keuntungan bisnis dengan dana pribadi

Apabila sedari awal Anda tidak memisahkan modal dan hasil penjualan dengan dana pribadi, maka yang akan terjadi adalah modal lama-lama akan berkurang dan tahu-tahu tidak habis. Seolah-olah bisnisnya tidak mendatangkan keuntungan. Kalau ada keuntungan tidak bisa dihitung dengan jelas. Maka, pisahkanlah uang dari bisnis dengan uang pribadi. Pisahkanlah antara pengeluaran bisnis dengan pengeluaran untuk kepentingan pribadi…

Baca juga: Apa Pendapat Anda Tentang Bisnis

So… Bersiaplah. Berbekalah. Belajarlah. Dan…. BERUBAH-lah. Maka Anda akan sukses…

Salam perubahan…!!!

 



Categories: Bisnis

Tags: , , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Efisiensi Biaya 100% Profit | Sugibisnis's Blog
  2. Menggaji Diri Sendiri Dalam Bisnis | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: