Spirit 212

Spirit 212

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Sambil menunggu kawan-kawan rombongan yang masih di perjalanan naik kereta, saya dan keluarga duduk-duduk di pinggir patung kuda di depan gedung Indosat, samping bundaran air mancur salah satu sudut Monas. Hari masih pagi, namun massa umat Islam sudah memadati kawasan Monas dan sekitarnya. Bahkan ada kumpul di Monas sejak dini hari, Qiyamul lail, berdzikir dan sholat Subuh berjama’ah di sana. Saya dan Mereka semua adalah peserta Reuni Akbar Alumni 212, Sabtu 2 Desember 2017.

Umat Islam dari segala penjuru berbondong-bondong menuju kawasan Monas. Ada yang berasal dari Jakarta sendiri, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Cikarang, Karawang, Depok, Bogor, Bandung bahkan ribuan para santri jalan kaki dari Ciamis menuju Monas. Ada juga yang berasal dari luar jawa, Padang, Aceh, Madura, Makassar, Kalimantan, Papua, dan lain-lain. Semangat mereka hanya satu, yaitu ketemu (Silaturahim) dengan umat Islam lainnya para Pejuang Bela Islam 212 tahun lalu, sambil mendengarkan tausiah, taujih dan motivasi dari banyak ustadz, habib, dan tokoh Islam.

Saya bertemu dengan umat Islam dari berbagai kalangan, harokah, ormas dan jama’ah. Ada yang berasal dari FPI (massa mereka cukup banyak), Majelis Rasulullah, PKS, Salafi, HTI, Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya. Ada anak muda, orang tua, remaja dan bahkan tidak sedikit anak-anak yang ikut hadir bersama orangtuanya. Wajah-wajah mereka bahagia, berseri, senyum, teduh, tidak ada kebencian antar golongan. Semua membaur menjadi satu golongan yaitu Umat Islam.

Walaupun jumlah mereka sangat banyak, jutaan orang, tidak ada satu pun peserta yang kelaparan. Tidak ada peserta yang berbuat onar. Tidak ada yang merusak taman dan tanaman di kawasan Monas. Mereka berbaris dengan rapi dan tertib, memberikan hak kepada pengguna jalan untuk lewat, antri untuk menggunakan sarana MCK, antri untuk mendapatkan makan pagi/sarapan. Bahkan banyak sekali orang yang menjajakan makanan dan minuman secara gratis. Semangat menolong dan berbagi di antara mereka sangat besar. Islam sebagai agama Rahmatan lil ‘alamin dan umat Islam telah membuktikan bahwa Islam adalah agam Cinta Damai, penuh Persaudaraan dan Toleransi yang sangat tinggi.

Di sela-sela obrolan saya dengan beberapa orang peserta aksi, salah satu yang menarik perhatian saya adalah Kerinduan mereka kepada Kejayaan Umat Islam. Mereka sangat menghendaki agar umat Islam bisa bersatu memajukan Indonesia, tanpa ada sekat-sekat perbedaan kelompok. Umat Islam yang mayoritas di Indonesia, wajar kalo mereka bisa menang secara politik dan kuat secara ekonomi sehingga bisa mensejahterakan masyarakat luas. Mereka tidak menghendaki ekonomi dikuasi oleh segelintir orang dan kelompok tertentu saja.

Jika sebuah negara dipimpin oleh orang Sholeh, semua sumber daya yang dimiliki dikelola dengan nilai-nilai Islam, nilai-nilai kebenaran dan keadilan maka akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sebuah negara yang diberkahi oleh Allah SWT, dengan istilah dalam Alqur’an yang sering kita dengar, “Baldatun Thayibatun wa Robbun Ghofur“. Atau dalam istilah orang Jawa, “Negara yang Gemah Ripah Loh Jinawe, Tata tentrem Kerto Raharjo“. Negeri Impian yang kita semua dambakan…

Baca juga: Berubah: Belajar Dari Kepompong

Salam Perubahan…!!!



Categories: Personal

Tags: , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Ice Skating: Keseimbangan Hidup | Sugibisnis's Blog
  2. Aksi Bela Palestina 1712 | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: