Rantai Gajah di Kepala Kita

Rantai Gajah di Kepala Kita

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Apakah Anda pernah mendengar cerita tentang Rantai Gajah? Kisah Rantai Gajah itu begini, banyak binatang besar dan kuat yang menjadi jinak dan bisa bermain dalam sirkus, salah satunya adalah Gajah. Mereka bisa tampil lucu, gesit dan seolah-olah menjadi lebih cerdas. Tapi tahukah Anda, bagaimana cara melatih Gajah tersebut, atau lebih tepatnya bagaimana cara menjinakkan Gajah yang besar, kuat dan masih liar? Kebayang gak Sahabat..???

Konon ada seekor gajah liar yang kakinya diikat dengan rantai baja kuat. Rantai itu pun dikaitkan pada sebuah tonggak baja yang besar dan kuat tertanam. Selama berhari-hari gajah diikat, gajah selalu berontak berusaha untuk kabur. Namun karena kakinya diikat denga rantai dia pun jatuh terjerembab. Awalnya dia masih meronta dan terus ingin kabur, tapi berkali-kali selalu jatuh terjerembab. Setiap kali berontak ingin kabur… pasti jatuh terjerembab, begitu terus berulang-ulang. Akhirnya setelah sekian lama, tibalah masa gajah menjadi lebih jinak dan bersahabat. Dia tidak lagi berontak dan pemilik gajah pun memberikan makanan yang lezat. Suatu hari sang pemilik gajah mengganti rantai baja itu dengan seutas tali longgar, si gajah yang malang itu pun tak mau kabur. Karena dalam pikirannya sudah melekat sebuah Persepsikalau dia mencoba kabur, dia akan jatuh terjerembab lagi”.

Nah, dalam kehidupan kita pun seringkali ada persepsi/pola pikir yang terbentuk dari kebiasaan kita yang sudah lama dan membuat kita susah untuk berubah. Bahasa kerennya adalah Mindset. Aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang, terus menerus, lama-kelamaan kita akan menikmatinya. Terlebih lagi jika sudah menjadi kebiasaan kita sehingga menancap kuat dalam pikiran bawah sadar kita dan berubah menjadi Mindset. Tidak disadari, mindset inilah yang selalu mempengaruhi sikap dan perilaku kita sehari-hari.

Itulah yang dikatakan sebagai Rantai gajah di Kepala Kita. Rantai Gajah inilah yang biasanya akan menghalangi kita untuk maju dan mensabotase kesuksesan kita… Waw, bahaya sekali ya..!!! Lalu bagaimana caranya melepas rantai gajah ini dari kepala kita?

  • Tahap awal, sadarilah bahwa kita memiliki rantai gajah. Tandanya adalah ketika Anda mengalami kegagalan yang sama dan terjadi secara berulang.
  • Tahap kedua, menggali & mengenali rantai gajah yang kita miliki dengan cara menuliskannya. Cari waktu yang cukup lapang dan santai, tuliskan maksimal 5 hal, pikiran dan perasaan, yang membuat Anda sulit untuk maju dan berkembang.
  • Tahap ketiga, pilih salah satu rantai gajah yang paling penting untuk dilepaskan. Mintalah teman Anda untuk mengurai dan menggali lebih dalam dengan pertanyaan “lalu apa yang terjadi kalau…?” Pertanyaan itu diberikan sampai mentok, Anda tidak bisa menjawab lagi. Misalnya seperti ini:

Fulan: Apa rantai gajahmu?
Aku: Selalu merasa ngantuk di pagi hari
Fulan: Apa yang terjadi kalau kamu ngantuk di pagi hari?
Aku: Aku pasti ingin tidur
Fulan: Apa yang terjadi kalau kamu selalu tidur di pagi hari?
Aku: Banyak pekerjaan yang terbengkalai
Fulan: Apa yang terjadi kalau pekerjaan terbengkalai?
Aku: Kondisi rumah kacau dan berantakan
Fulan: Apa yang terjadi kalau rumah berantakan?
Aku: Menjadi beban dan pikiran stress
Fulan: Apa yang terjadi kalau kamu stress?
Aku: Aku akan uring-uringan dan marah-marah

Fulan: Apa yang terjadi kalau selalu marah-marah?
Aku: Hidupku berantakan
Fulan: Apa yang terjadi kalau hidupmu berantakan?
Aku: Aku tidak akan sukses dan bahagia

Begitu kita tak sanggup lagi menjawab pertanyaan, atau jawabannya sudah muter-muter di situ-situ saja berarti kondisi itulah yang akan kita alami. Ternyata satu rantai gajah bisa mengakibatkan banyak sekali masalah fatal dalam hidup kita. Kejadian buruk inilah yang seharusnya menjadi pemicu/motivasi kita untuk melepas rantai gajah dari kepala kita.

  • Tahap keempat, munculkan komitmen baru dalam diri Anda untuk membuang satu rantai gajah yaitu kebiasaan tidur di pagi hari untuk membuat hidup lebih sukses dan bahagia. Komitmen baru itu menghasilkan kebiasaan-kebiasaan baru.

Membiasakan sebuah komitmen baru, mungkin akan terasa sangat berat. Minggu pertama sangat berat, minggu kedua agak berat dan minggu ketiga mulai ringan. Dan selepas 21 hari, kebiasaan baru akan muncul dalam diri kita menggantikan kebiasaan lama… Selamat, Anda berhasil.

Baca juga: Niat Saja Tidak Cukup

Salam Perubahan…!!!



Categories: Motivasi

Tags: , , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Comfort Zone Memang Enak | Sugibisnis's Blog
  2. Sukses adalah Hak Saya | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: