Efisiensi Biaya 100% Profit

Efisiensi Biaya 100% Profit

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Pada suatu hari ada seorang Owner sebuah perusahaan terkenal, sebut saja Mr. SGO, sedang berjalan bersama salah seorang manager di perusahaan tersebut. Tanpa sengaja Mr. SGO menjatuhkan uang koin Rp1.000,- yang keluar dari kantong celana ketika mengambil sapu tangan. Uang koin seribuan itu pun jatuh ke tanah menggelinding dan masuk ke dalam got. Tiba-tiba security yang melihat hal tersebut, langsung bergegas mendekat, jongkok dan membungkuk mengambil uang koin dari dalam got. Uang koin seribuan tersebut basah, kotor bercampur lumpur. Security pun membersihkannya dengan tissue dan menyerahkan kembali ke Mr. SGO. Dan sebagai ucapan terima kasih, Mr. SGO mengeluarkan uang kertas Rp100.000,- dikasihkan kepada security yang telah membantunya…

Melihat kejadian tersebut, sang manager terheran-heran. Dalam hatinya merasa kesal, tidak tahu kesal kepada Owner atau security, sambil menggerutu, “masa uang koin Rp1000,- ditukar dengan uang kertas Rp100.000,-” pikirnya. Daripada berprasangka, sang manager pun menanyakan kepada Mr. SGO begini:

  • Manager: “Pak, mengapa Anda tidak membiarkan uang koin seribu itu di dalam got, anggap saja uang hilang, kan kecil nilainya. Daripada Anda harus mengeluarkan uang Rp100.000,-“
  • Owner: “Wahai manager, tahukah Anda, bahwa sebesar apapun kalo uang itu tidak harus keluar…ya jangan dikeluarkan. Dan sebesar apapun kalo uang itu memang harus keluar…ya wajib dikeluarkan. Jadi uang Rp1.000,- itu adalah uang yang tidak boleh dikeluarkan, sedangkan uang yang Rp100.000,- itu memang uang yang harus dikeluarkan…”

Wahai Sahabat, apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita di atas?

Gunakanlah sumber daya bisnis atau perusahaan, kalo perorangan manfaatkanlah uang Anda sesuai dengan peruntukannya. Kalau memang harus dikeluarkan untuk keperluan penting, baik sebagai biaya atau pun sebagai investasi, ya keluarkanlah sesuai tujuannya, berapa pun nilainya sesuai dengan kemampuan dan alokasinya. Kalo untuk penghematan biaya, biar Rp1.000,- jangan sampai keluar sebagai beban tanpa tujuan. Itu namanya terjadi kebocoran…

Kalo tujuannya untuk meningkatkan profit, Efisiensi Biaya menjadi begitu penting, karena Efisiensi Biaya yang bisa dilakukan akan menjadi 100% Profit bagi bisnis/perusahaan. Masih bingung di sini?

Contohnya begini: Omset bisnis Anda saat ini Rp 1 Milyar, jika profitnya adalah Rp 100 Juta, itu = 10%. Jika Anda ingin meningkatkan profit menjadi Rp 200 Juta (naik 100% dari profit sebelumnya), maka langkah yang ditempuh bisa dua, yaitu:

  1. Menaikkan Omset 2x lipat menjadi Rp 2 Milyar, maka profit akan menjadi Rp 200 Juta (asumsi mengabaikan fixed & variable cost), atau
  2. Menghemat biaya sebesar Rp 100 Juta dengan omset tetap Rp 1 Milyar. Maka Efisiensi biaya Rp 100 Juta akan otomatis meningkatkan profit 100% menjadi Rp 200 Juta.

Begitulah pentingnya Efisiensi Biaya dalam sebuah bisnis. Perusahaan dan termasuk kita pribadi harus berusaha menekan pengeluaran-pengeluaran yang tidak jelas tujuannya. Pengeluaran yang tidak terukur manfaatnya. Hindari pemborosan, kebocoran, penyalahgunaan, kecurangan, korupsi, dan lain-lain karena itu semua inefficiencies yang akan menggerogoti profit bisnis anda…

Baca juga: Kesalahan Pebisnis Pemula

Salam perubahan…!!!



Categories: Bisnis

Tags: , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Keuangan Keluarga Bocor Halus | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: