Kangen Sama IBU

Kangen Sama IBU

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Kakak dan adik-adikku berangkat pulang kampung memanfaatkan liburan panjang akhir tahun. Sementara aku dan keluarga memutuskan untuk tidak pulkam. Di kampung masih ada Ibu dan adik, anak nomor 6 yang tinggal di kampung. Kebetulan pas saya menulis artikel ini tanggal 22 Desember 2017, inget hari apa? Ini hari Jum’at, dan bertepatan dengan Hari IBU. Aku jadi baper… karena Kangen Sama IBU, tapi belum bisa ketemu saat ini.

Maksud hati ingin menulis artikel tentang IBU, tapi tangan ini terasa agak berat. Gak tahu kenapa, mungkin karena masih baper. Aku pun buka Youtube, cari lagu-lagu tentang IBU dan aku tonton beberapa lagu sambil meresapi isinya. Tak terasa, malah membuatku makin baper. sedih, dan mataku berkaca-kaca. Aku berbisik dalam hatiku, “Aku Kangen Ibu. Aku cinta Ibu, Aku sayang Ibu… Maafkan anakmu yang belum bisa banyak berbakti. Semoga Allah menjagamu, menyayangimu, dan mengampuni segala dosa dan kesalahanmu…” Hiks..hiks..

Setiap orang pasti mencintai ibunya, merindukan pelukan ibunya ketika berpisah. Rasanya damai dan bahagia ketika hidup bersama ibunya. Tapi ketika sudah dewasa, kebanyakan orang harus berpisah dengan ibunya karena harus merantau kuliah, berpisah untuk sebuah pekerjaan, atau tinggal bersama keluarga barunya. Kondisi ini membuat kita sering Kangen sama Ibu, Rindu sama Mama, ingin bertemu sama Ummi.

Ingatlah sebuah hadits Rasulullah saw berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, menjelaskan dalam kitabnya Al-Kabaair,

  • Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
  • Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
  • Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
  • Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari pada dirinya serta makanannya.
  • Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
  • Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
  • Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
  • Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
  • Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
  • Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
  • Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
  • Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
  • Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
  • Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
  • Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
  • Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
  • Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
  • Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
  • Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
  • Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.

(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)

Cukuplah penjelasan di atas untuk memahamkan dan menyadarkan kita, bahwa jasa IBU tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, bahkan ayah. Cintai ibu, sayangi ibu, muliakan ibu, dan doakan selalu ibu.

Selamat Hari Ibu, Happy Mother’s Day.

Baca juga: Ayah, Aku Mencintaimu

Salam Perubahan…!!!



Categories: Personal

Tags: , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Ibuku Membohongiku | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: