Temukan Ke-Asyik-an Dalam Bekerja

Temukan Ke-Asyik-an Dalam Bekerja

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Dalam komplek tempat aku tinggal, ada seorang bapak yang memiliki kebiasaan unik yaitu selalu memberikan makan kucing-kucing liar di jam tertentu, yaitu pagi jam 06.00 dan sore selepas maghrib. Menjelang jam tersebut, di depan rumahnya pasti berkumpul banyak sekali kucing, menanti rangsum yang akan diberikan oleh bapak itu. Padahal kucing-kucing itu bukan miliknya dan tidak dipiara dalam rumahnya, tapi kucing-kucing liar yang hidup dalam komplek.

Bapak itu setiap hari dengan enjoy dan ASYIK selalu melakukan kebiasaanya tersebut. Pekerjaan itu tentu tidak umum di kebanyakan orang. Mungkin banyak orang yang mempersepsikan macam-macam pada orang itu. Ada yang mencemooh dengan mengatakan aneh, pekerjaan sia-sia, tidak ada gunanya, atau buang-buang duit saja untuk membeli ikan. Dan tidak sedikit pula orang yang memuji dan mengaguminya.

Pertanyaannya, mengapa bapak itu MAU melakukan pekerjaan aneh itu?? Apapun tanggapan orang, yang jelas bapak itu pasti memiliki hujjah, alasan dan motivasi yang mendasari amalnya itu. Dia pasti mendapatkan Kenyamanan, Ke-ASYIK-an, Kepuasan dan Kebahagiaan dalam melakukan kebiasaannya memberi makan kucing. Dan inilah KUNCI yang harus kita temukan dalam diri kita, apa MOTIVASI yang mendasari setiap amal dan aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Yuk kita cari alasan-alasan orang mau melakukan suatu pekerjaan :

1. Keterpaksaan

Banyak orang yang melakukan pekerjaan karena dorongan Terpaksa. Karena terdesak oleh suatu kondisi yang menghimpitnya, maka orang terpaksa harus melakukan pekerjaannya. Misalnya, karena himpitan ekonomi, orang ada yang melakukan pekerjaan mengemis, mengamen, minta belas kasih orang lain. Ada pula yang lebih terhormat dengan tenaganya sendiri menjadi pemulung, mengumpulkan barang-barang bekas dari tempat sampah. Dan ada yang lebih hebat dengan berusaha mencari pekerjaan atau mencoba usaha sendiri, misalnya jualan makanan, minuman, jualan online, dan lain-lain. Orang-orang seperti ini berusaha untuk menjemput rezekinya.

Dalam hal amal ibadah, orang yang terpaksa melakukannya biasanya karena ada ancaman dari orang lain. Kalo dia tidak melakukannya maka akan diberikan sanksi atau dimarahin. Ini terjadi biasanya pada anak-anak yang disuruh untuk sholat, belajar dan membantu pekerjaan orangtua.

2. Kewajiban

Banyak pula orang yang mau bekerja atau beramal ibadah karena dorongan Kewajiban dalam hidupnya. Misalnya laki-laki sebagai kepala keluarga, wajib untuk mencari maisyah untuk menghidupi keluarganya. Maka ketika tanggung jawab itu diembannya, dia akan bekerja keras untuk mencari rezeki. Seorang anak sekolah apalagi ketika mau ujian, maka ia memiliki kewajiban untuk Belajar supaya mendapatkan prestasi di sekolahnya.

Sama dalam hal ibadah, dorongan Kewajiban ini cukup besar menggerakkan orang untuk beramal, misalnya Sholat, puasa, zakat, sedekah, dan lain-lain. Ketika orang berhenti sebatas ini, maka masih ada unsur keterpaksaan dan beramal hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja.

3. Pemahaman dan Kesadaran

Pada tingkatan ini, seseorang Bekerja dan Beribadah karena dilandasi ilmu dan pemahaman yang benar sehingga menghasilkan kesadaran. Kesadaran inilah yang menjadi motivasi yang mendorongnya secara kuat untuk melakukan suatu pekerjaan dan amal tertentu. Orang seperti ini sudah dapat merasakan bahwa bekerja atau amal ibadah sebagai Kebutuhannya, sehingga akan melakukannya dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan khusyu’. Dan ketika melakukan amal ibadah, orang ini dapat merasakan kenikmatan dalam dirinya. Misalnya ketika Sholat Malam, terasa khusyu’, nikmat dan betah berlama-lama berdiri, membaca surat-surat yang agak panjang.

4. Hobby dan Passion

Tingkatan keempat ini agak berbeda dengan motivasi yang ke 1 sampai 3 di atas. Mengapa? Kebanyakan orang bekerja pada bidang yang bukan disukainya. Orang yang melakukan Aktivitas karena hobby dan passion tidak akan melalui tahapan 1 sampai 3. Dia akan langsung bisa menikmati pekerjaannya, bekerja dengan sepenuh hati, berkarya dengan sepenuh kemampuannya. Dia rela bekerja keras ketika orang lain malas. Dia bangkit untuk beribadah ketika orang lain merasa lelah.

Jadi apapun alasan dan motivasi Anda untuk bekerja dan beramal, Yuk temukan ke-ASYIK-an di dalamnya. Jalani pekerjaan dengan profesional. Nikmati pekerjaan sebagai proses belajar. Dan cintai pekerjaan sebagai sumber keberkahan. Love what you do…!!!

Baca juga: Kisah 4 Lilin: Jangan Matikan Harapanmu

Salam Perubahan…!!!



Categories: Motivasi

Tags: , , , , ,

3 replies

Trackbacks

  1. Fenomena AUTIS di Zaman Now | Sugibisnis's Blog
  2. Temukan PASSION Dalam Bekerja | Sugibisnis's Blog
  3. Perbedaan Itu Indah | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: