Fenomena AUTIS di Zaman Now

Fenomena Autis di Zaman Digital

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Pagi itu saya bergegas berangkat ke kantor di daerah Alam Sutera. Perjalanan cukup lancar dan tidak terlalu lama, karena jarak rumah ke kantor tidak terlalu jauh. Sesampai di kantor ternyata lift macet, harus menunggu operator lift cukup lama. Satu per satu karyawan pun berdatangan, berkumpul di lobby dan depan lift. Waktu terus berlalu, tak terasa sudah 30 menit, semakin siang semakin ramai, semua antri menunggu lift untuk naik ke lantai masing-masing. Setelah sekian lama menunggu, operator lift pun datang, dan lift terbuka. Akhirnya walaupun jam kantor jadi terlambat, kami berhasil naik ke lantai 10 tempat kami bekerja.

Ada fenomena yang menggelitik pandangan mata saya ketika mereka berkumpul antri menunggu lift. Dan fenomena ini sekarang sudah umum terjadi dimana-mana, di depan mata kita. Apakah itu..? Mayoritas dari mereka asyik main gadget/HP nya masing-masing, padahal mereka saling kenal, duduk atau berdiri berdampingan. Hanya sedikit dari mereka yang berinteraksi dengan ngobrol atau bercanda. Atau jangan-jangan… walaupun bersebelahan, mereka ngobrolnya lewat HP juga ya, chat via Whatsapp…??

Coba perhatikan dimana-mana, fenomena seperti itu sudah biasa terjadi kan? Setiap orang asyik dengan dirinya sendiri, main HP sendiri, selalu olah raga jari dan jempol untuk pencet-pencet keypad. Entah apa yang dilakukan, ada yang main games, ada yang sedang chatting, whatsapp-an, ada yang update status di media sosial, ada yang nonton Youtube, ada yang browsing internet, ada yang baca portal berita, dan lain-lain.

  • Lihatlah di tempat/ruang tunggu bandara, stasiun kereta api, bioskop, rumah sakit, dll.
  • Lihatlah di dalam angkutan umum, seperti bus, kereta api, angkot
  • Lihatlah di cafe-cafe dan tempat nongkrong, apalagi yang ada fasilitas free wifi
  • Lihatlah di emperan masjid-masjid ketika menunggu waktu sholat
  • Dan… lihatlah dalam Rumah Anda masing-masing, apakah sering terjadi hal yang sama terhadap anggota keluarga?

Ada hasil penelitian dari Digital GFK Asia, tahun 2016, yang menyatakan bahwa perempuan Indonesia setidaknya menghabiskan waktu selama 5,6 jam per hari saat mengutak-utik layar smartphone mereka. Perempuan Indonesia membuka sekitar 45 aplikasi atau domain (alamat website) dalam satu hari. Sedangkan kamu pria Indonesia, setidaknya menghabiskan waktu selama 5,4 jam sehari dan membuka sekitar 47 aplikasi atau alamat website. Coba Bayangkan, apabila sebagian besar waktu untuk online (main HP) tersebut dilakukan pada jam-jam produktif anda..!!! Apa yang akan terjadi dan apa yang akan anda hasilkan dalam hidup ini?

Itulan fenomena “Zaman Now” yaitu fenomena “AUTIS” di zaman Digital seperti sekarang ini. Tapi ini kiasan ya, bukan Autis beneran seperti yang disandang oleh anak autis. Istilah ini saya pakai karena mereka memiliki kemiripan dengan salah satu ciri anak autis, yaitu suka menyendiri dan asyik dengan dunia sendiri. Mereka begitu individualis di tengah keramaian. Mereka mampu konsentrasi penuh di tengah kebisingan. Mereka bisa senyum-senyum dan tertawa sendiri di tengah banyak orang.

Perubahan dalam hidup ini sekarang begitu cepat dan kompleks. Perkembangan zaman terutama pesatnya perkembangan di bidang Informasi dan Teknologi, dimana sekarang sudah sampai di Era Digital, sangat kuat mempengaruhi perubahan peradaban manusia. Peradaban berubah, karena manusia berubah secara perilaku, berubah secara mindset dan berubah secara habit (kebiasaan).

Di era digital semua hal terasa menjadi mudah, menjadi lebih instant dan serba otomatis. Peran internet begitu besar untuk mendukung semua aktivitas manusia hanya dengan satu klik. Mau mencari informasi apa pun tinggal tanya kepada mbah Google. Mau nonton video, film apa pun tinggal klik Youtube. Konektivitas hubungan antar manusia semakin gampang, tinggal cari di Facebook. Pertemanan tidak lagi terpisahkan dengan jarak dan waktu. Mungkin ini semua yang menyebabkan perubahan Perilaku Manusia yang semakin “AUTIS”.

Baca juga: Dunia Berubah Begitu Cepat

Lalu, bagaimana sikap kita? Kita jangan ikut-ikutan menjadi “AUTIS” yang berlebihan. Terlena dengan gadget, kebablasan online hingga lupa waktu-waktu produktif anda. Atau jangan sampai sikap “AUTIS” anda sebagai bentuk pelarian karena Kebingungan akan Tujuan hidup anda. Jadilah manusia “AUTIS” yang BIJAK. Anda butuh interaksi sosial di dunia nyata. Anda butuh pergaulan di dunia nyata. Dan anda butuh relasi dalam dunia nyata…

Baca juga: Temukan Keasyikan Dalam Bekerja

Salam Perubahan…!!!



Categories: Motivasi

Tags: , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Milenial Sindrom FoMO | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: