Menggaji Diri Sendiri Dalam Bisnis

Menggaji Diri Sendiri Dalam Bisnis

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Setiap akhir bulan, tepatnya tanggal 25 – 28, adalah hari-hari yang menggembirakan bagi para karyawan swasta. Mengapa begitu? Karena itu adalah hari gajian mereka. Mereka mereka akan segera menerima hasil dari pekerjaannya selama sebulan, terlepas dari karyawan itu bekerja serius atau sekedarnya saja. Semua akan menerima gaji. Ada kepuasan yang terlihat di wajah-wajah mereka, namun ada pula kegalauan karena gajinya hanya numpang lewat di rekening bank. Tagihan dan cicilan yang harus segera dibayar sudah menunggu…

Sekarang kita lihat dari sisi yang lain, yaitu sudut pandang pengusaha/pemilik bisnis. Setiap bulan mereka harus menyiapkan dana segar untuk menggaji para karyawannya. Gaji karyawan merupakan salah satu unsur biaya (beban) rutin yang harus dikeluarkan setiap bulan, dan jumlahnya pun relatif besar, terutama bagi perusahaan ‘padat karya’ yang memperkerjakan banyak karyawan. Dalam perhitungan Profit (Net Income), beban Gaji ini akan dikurangkan dari Pendapatan (Revenue) yang diterima perusahaan.

Hal di atas terjadi dalam perusahaan yang relatif besar dan dan UKM memiliki karyawan. Bagaimana dengan bisnis perorangan atau Pebisnis Pemula, yang dirinya sendiri dan keluarga yang menjalankan bisnisnya?

  • melakukan riset pasar untuk menjual produk apa, sendiri
  • mencari bahan baku dan perlengkapan yang dibutuhkan, sendiri
  • mengolah bahan baku menjadi produk jadi, sendiri
  • mempromosikan produknya supaya laku, sendiri
  • menjajakan dan menjual produknya, sendiri
  • mengelola uang hasil penjualannya, sendiri
  • memikirkan pengembangan bisnisnya, sendiri

Waw… apa yang dikerjakan oleh Pebisnis Pemula Luar Biasa ya… Mereka adalah superman/superwoman yang hebat. Mereka dapat menjalankan pekerjaan semua departemen dalam perusahaan.

Namun, tahukah anda? Ada salah satu kesalahan besar para Pebisnis Pemula ini, yaitu Mereka tidak pernah Menggaji Dirinya Sendiri dalam bisnisnya.  Mereka hanya menghitung Untung/Rugi usahanya dari uang yang didapatkan (cash inflow) dan uang yang dikeluarkannya (cash outflow) saja.

Baca juga: Kesalahan Pebisnis Pemula

Emang penting Menggaji Diri Sendiri Dalam Bisnis? Kan bisnis masih kecil, omset masih sedikit, profitnya juga masih kecil. Kok dibilang Kesalahan Besar, apa manfaatnya??? Simak penjelasan berikut..!

1. Harga Jual Produk Terlalu Rendah

Ketika Anda menjadi Pebisnis Pemula, pikiran dan tenaga besar anda tidak diperhitungkan nilainya, alias tidak digaji, maka Anda akan salah dalam menghitung harga pokok penjualan dari produk anda. Karena ada komponen biaya langsung maupun tidak langsung, yang tidak dimasukkan dalam perhitungan, yaitu Gaji anda sendiri, atau dalam bahasa bisnisnya Biaya Tenaga Kerja (Labor Cost). Akibatnya, ketika anda menentukan Harga Jual menjadi terlalu rendah. Hal ini akan terasa dan anda sadari ketika anda harus memperkerjakan orang lain dan anda harus menggajinya. Maka biasanya yang dilakukan adalah anda akan menaikkan harga jual produk…

2. Net Profit / Keuntungan Bersih Semu

Sesuai poin 1 di atas, karena Harga jual produk terlalu rendah, maka sudah pasti Profit yang anda terima dari hasi penjualan menjadi semu. Di dalam Profit itu masih ada unsur Biaya Gaji yang tidak dikeluarkan. Kelihatanya untung besar, tapi sebenarnya secara perhitungan bisnis untungnya tidak sebesar itu. Ketika anda capek atau sakit, maka akhirnya anda akan mengambil uang dari keuntungan itu untuk biaya berobat, membeli supplement, dan lain-lain.

3. Analisa Bisnis Tidak Lengkap

Tibalah saatnya anda harus menganalisa perkembangan bisnis dan melakukan analisa biaya. Bagaimana perkembangan omset yang didapatkan, bagaimana kondisi peralatan yang digunakan, kemungkinan untuk meningkatkan volume produksi, peluang untuk ekspansi, dan membutuhkan tambahan karyawan atau tidak? Ketika Anda tidak memasukkan unsur Biaya Gaji diri sendiri dalam analisa biaya, maka hasilnya menjadi kurang akurat. Dan akhirnya keputusan akhir pun bisa berubah dengan menaikkan harga jual produk.

4. Keuntungan Terpakai Untuk Keperluan Pribadi

Apakah Keluarga anda dihidupi dari bisnis itu atau tidak, maka sudah pasti anda akan membiayai sebagian atau seluruh pengeluaran keluarga dari hasil bisnis. Keuntungan bisnis yang didapatkan banyak dipakai untuk keperluan keluarga. Jika ada pengeluaran besar dan mendadak yang harus anda keluarkan, maka mau tidak mau, uang bisnis akan terpakai juga untuk kepentingan pribadi. Akhirnya perjalanan bisnis anda menjadi terganggu dan kalau tidak dikelola dengan baik, bisa kekurangan modal usaha.

Itulah yang perlu Anda sadari wahai para Pebisnis Pemula. Ternyata kalau kita tidak memperhitungkan Gaji Diri Sendiri dalam Bisnis, dapat berpengaruh terhadap perkembangan usaha. Usaha menjadi naik turun, maju mundur, dan tidak berkembang. Untuk itu, sejak awal, selagi bisnis anda masih kecil, kelolalah dengan baik. Gajilah diri sendiri, walaupun besarnya proporsional, dan anda sendiri yang bisa menghitungnya. Sehingga beban gaji dimasukkan dalam perhitungan harga pokok penjualan ataupun beban operasional yang dikurangkan dari profit.

Baca juga: Beranikan Diri Memulai Bisnis

Salam Perubahan…!!!



Categories: Bisnis

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: