Mudik Lebaran

Mudik Lebaran 2018

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Lebaran Idul Fitri 2019 telah berlalu. Perasaan belum lama saya dan keluarga baru menjalankan ibadah puasa, dan menyiapkan segala perbekalan untuk mudik ke kampung halaman (Kutoarjo-Purworejo). Kini sudah kembali di kota Tangerang, kembali pada aktivitas normal seperti biasa, menjalani hari-hari seperti sebelum puasa dan lebaran. Memang terkadang terasa sangat menjemukan, makanya kita dituntut bukan sekedar untuk menjalani hidup, tetapi harus mengisi hidup dengan benar.

Baca: Tips Cara Menikmati Hidup

Rupanya seperti itulah karakter Sang Waktu, yang tidak pernah pandang bulu, pasti akan berlalu. Kita akan tersadar, atau bahkan menyesal ketika semua sudah terjadi dan berlalu. Saat itu kita baru menyadari betapa pentingnya manajemen waktu agar hidup kita selalu bertumbuh menjadi lebih baik dan bermutu. Manjalani hidup harus direncanakan dengan baik. Meraih sukses harus dipersiapkan jauh-jauh hari dengan mengoptimalkan segenap kompetensi diri. Menyongsong hari akhirat nanti, harus selalu berbekal diri dengan iman dan amal sholih.

Kembali pada cerita Mudik Lebaran, saya dan keluarga juga mudik ke kampung halaman yaitu ke Kutorajo kab. Purworejo. Semua orang, berbondong-bondong meninggalkan kota-kota besar menuju kampung halaman masing-masing, untuk menikmati libur lebaran, bertemu dengan keluarga tercinta, bersilaturahim, berbagi dan bermaaf-maafan dengan keluarga dan sanak saudara di kampung. Pokoknya, moment Lebaran memang ditunggu-tunggu, untuk berkumpul semua saudara yang selama ini terpisah jauh. Ada perasaan haru, suasana rindu dan syahdu, ketika keluarga berpisah – bertemu – dan berpisah lagi. Ada keindahan, kenangan, cerita, kisah dan kebahagiaan yang selalu dirindukan…

Semua orang mudik rela untuk menempuh perjalanan jauh menuju pulang kampung, menempuh perjalanan dengan kemacetan panjang. Rasa capek, mengantuk, kesal bercampur jadi satu untuk menghadapi kemacetan. Bahkan tidak sedikit yang mengalami kecelakaan dikarenakan ngantuk. Yang jelas, setiap pemudik harus sabar dan menikmati perjalanannya agar tidak stress.

Semua orang mudik harus mau mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perjalanan mudiknya. Biaya tiket, transportasi, BBM, Toll, dan perbekalan pergi-pulang harus disiapkan. Dan uang yang lebih besar lagi harus disiapkan adalah “Angpao”, untuk berbagi kepada orangTua dan sanak saudara di kampung sana. Makanya sering ada candaan, mudik lebaran idul fitri, balik lagi ke kota dompet pun kembali fitri…

Saya kira banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah mudik lebaran. Saya hanya akan mengambil satu hikmah besar yang bisa kita jadikan pelajaran berharga, yaitu:

Orang jauh-jauh hari, semenjak memasuki bulan Ramadhan sudah mulai berpikir dan meniatkan untuk Mudik Lebaran. Makanya segala perbekalan dan persiapan mudik dilakukannya. Cost untuk mudik dipersiapkan, diada-adakan kalau perlu dengan dana pinjaman sekalipun, semuanya hanya demi satu kata, yaitu “Mudik” ke kampung halaman alias Pulang Kampung. Tapi sadarkah kita, bahwa mudik lebaran itu hanya Mudik Kecil di dunia yang bisa dilaksanakan berulang-ulang? Kebanyakan orang lupa, bahwa nanti akan ada saatnya kita harus Mudik Besar, yaitu kembali kepada Allah SWT. Dan moment Mudik Besar ini hanya ada sekali seumur hidup, di akhir hayat kita di dunia.

Setiap orang tidak akan tahu kapan saatnya Mudik Besar itu. Tidak akan tahu kapan ajalnya akan tiba. Oleh karena itu, seyogyanya kita harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, setiap saat. Perbekalan mudik besar harus lebih dipersiapkan. Perbanyaklah bekal untuk hidup di hari nanti. Bekal yang akan menemani kita di alam kubur. Bekal yang akan menyelamatkan kita dari azab api neraka. Bekal apakah itu??? Bekal itu adalah Iman dan Amal Sholih, dengan mengharapkan Rahmat Allah SWT.

Semoga kita semua tersadar, untuk senantiasa memperbanyak bekal itu, untuk mengisi perjalanan panjang menuju Mudik Besar kita. Amin ya Robbal ‘alamiin…

Baca juga: Hidup adalah SAAT ini

Salam Perubahan…!!!



Categories: Uncategorized

Tags: , , , , , , , , , ,

3 replies

Trackbacks

  1. Minta Maaf atau Memaafkan ? | Sugibisnis's Blog
  2. Pengeluaran Meningkat di Bulan Ramadhan – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  3. Hari Raya Idul Fitri – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: