Minta Maaf atau Memaafkan ?

Minta Maaf atau Memaafkan

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Masih dalam edisi Lebaran 2018 tulisan ini dibuat, dengan inspirasi seluruh ummat Islam melakukan halal bihalal dan saling maaf memaafkan di hari lebaran Idul Fitri. Mereka saling bersilaturahim, berkunjung dari rumah ke rumah hanya untuk saling bermaafan, meminta maaf dan memaafkan atas segala kesalahan yang mungkin pernah dibuatnya. Mereka yang merantau di kota-kota besar juga dibela-belain mudik Lebaran ke kampung halaman, walaupun harus menempuh perjalanan panjang yang penuh dengan kemacetan. Semua demi bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga, melepas kerinduan, bercengkerama dan saling bermaafan…

Baca juga: Mudik Lebaran 2018

Sekarang, kalau Anda ditanya: “Dalam kondisi normal sehari-hari, lebih mudah mana antara Minta Maaf atau Memaafkan?” Coba tanyakan kepada diri anda sendiri. Ingat-ingat kembali perilaku anda selama ini !!

  • Pernahkah Anda berbuat salah kepada orang lain? Yaaa… pasti pernah lah…! Bagaimana perasaan Anda, sudahkah anda minta maaf atas kesalahan tsb?
  • Pernahkah Anda dizhalimi orang lain, atau orang lain berbuat salah kepada Anda? Saya yakin… pasti juga pernah/sering…! Bagaimana perasaan anda? Sudahkan anda memaafkan kesalahan orang lain tsb?

Silahkan bandingkan kedua kondisi di atas..! Lebih mudah mana anda lakukan? Minta maaf atau Memaafkan??? Apa yang anda rasakan?

Saya yakin, ada perasaan berat bagi anda untuk memaafkan, namun akan jauh lebih berat lagi kalo anda harus minta maaf atas kesalahan anda. Meminta maaf itu mudah dilakukan hanya pada saat lebaran saja. Karena meminta maaf pada saat lebarang tidak spesifik atas kesalahan yang mana. Meminta maaf paad saat lebaran lebih bernuansa formalitas, tradisi, dan bukan untuk mengobati luka yang sesungguhnya. Pertanyaannya, Kenapa orang sulit untuk minta maaf?

Hal utama yang membuat kita sulit untuk minta maaf adalah EGO kita yang terlalu besar. Ketika seseorang harus datang kepada orang lain untuk mengaku salah, maka dia merasa Harga Dirinya tercampakkan. Salah satu sifat dasar manusia adalah tidak mau disalahkan dan akan selalu membuat alasan pembenaran atas segala tindakannya. Bahkan pada saat kita berbuat salah pun, masih tetap tidak mau disalahkan. Bener gak..?? Sedangkan untuk meminta maaf, kita harus membuat pengakuan kesalahan terlebih dahulu dalam diri kita. Itu sebabnya, sulit bagi kita untuk berjiwa kesatria meminta maaf kepada orang lain.

Padahal ketika ada orang yang berbuat salah, kemudian dia datang meminta maaf, dengan mengakui kesalahan dan menunjukkan penyesalan, maka hubungan yang tadinya panas dan renggang akan menjadi dingin dan rekat kembali. Saling mempertahankan EGO masing-masing, hanya akan menghasilkan perasaan DENDAM satu sama lain. Dengan meminta maaf di satu pihak, dan memaafkan di pihak yang lain, akan mengharmoniskan kembali hubungan keduanya, melapangkan dada, dan menghasilkan perasaan bahagia. Itulah indahnya meminta maaf dan memaafkan yang sesungguhnya.

Baca juga: Angka 6 dan 9: Samakan Sudut Pandang

Salam perubahan…!!!



Categories: Motivasi

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: