Personal Branding atau Terkenal ?

Personal Branding atau Terkenal?

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Pernahkan anda membayangkan seseorang, dan pikiran anda langsung memiliki asosiasi yang jelas tentang orang itu? Sehingga ketika anda ditanya tentang orang itu dan harus menjawab dengan cepat, kira-kira apa jawaban anda? Misalnya ketika anda ditanya, “Siapa yang anda kenal tentang orang-orang berikut ini :”

  • B.J. Habibie, pasti anda akan menjawab: “Orang jenius, ahli teknologi dan bisa membuat pesawat terbang”
  • Bill Gates, pasti anda akan menjawab: “Orang terkaya di dunia, pemilik Microsoft, ahli teknologi computer, dll”
  • Iwan Fals, pasti anda akan menjawab: “Penyanyi legendaris dan terkenal”
  • Tung Desem Waringin (TDW), pasti anda akan menjawab: “Motivator hebat dan terkenal”
  • Om Bob Sadino (alm), pasti anda akan menjawab: “Pengusaha nyentrik, dengan teori Goblok-nya”
  • Dll

Itulah yang dinamakan Personal Branding seseorang. Emang bisa, seseorang itu memiliki “Brand”? Ya bisang dong…! Coba perhatikan, orang-orang di atas jelas… semuanya tenar dan terkenal, akan tetapi Personal Branding itu bukan hanya sekedar terkenal. Personal Branding itu lebih menggambarkan bagaimana kita dikenal oleh banyak orang secara konsisten dalam jangka panjang. Kebanyakan orang melihat kita sebagai apa, hebat di bidang apa, dan apa kelebihan kita dibanding kebanyakan orang. Itulah “Brand” atau cap/merk terhadap diri kita yang dengan merk itu kita dikenal sebagai apa…

Personal Branding memang bisa membuat orang menjadi lebih terkenal, tetapi bukan terkenal karena tingkahnya yang bikin ulah dan menjadi hits/viral. Orang memiliki Personal Branding yang kuat apabila memiliki hal-hal berikut :

  • Visi yang Kuat, yaitu pandangan jauh ke depan mengenai apa yang akan dituju dan ingin dicapai di masa depan. Gambaran masa depan begitu kuat di matanya, terpatri dalam pikirannya, dan menancap dalam keyakinannya. Visi hidup seperti ini akan mampu mendidihkan darahnya, menggerakkan fisiknya dan mengeluarkan segala potensi dirinya untuk selalu berusaha menggapai masa depannya. Kelihatan dalam Semangatnya di setiap gerak langkahnya.
  • Nilai (Values) dan Keyakinan (Belief). Value adalah apa yang kita yakini atau percayai sebagai sesuatu yang berharga, bernilai, penting atau signifikan dalam hidup kita. Sedangkan Belief merupakan sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar dalam Pemikiran kita. Nilai terbentuk dari keyakinan yang merupakan pemaknaan dari pengalaman hidup, yang melibatkan emosi yang intens baik positif maupun negatif.
  • Ke-UNIK-an, yaitu talenta yang menonjol dari seseorang, yang berbeda dari kebanyakan orang dan memiliki ciri khas tersendiri. Akhirnya ciri khas itulah yang membuat orang itu menjadi terkenal dan memberikan image tersendiri terhadap orang itu. Misalnya: Cak Lontong, memiliki lawakan yang khas. Nissa Sabyan, memiliki grup musik gambus dengan lagu-lagu yang khas. Ustadz Abdul Shomad (UAS), Da’i yang memiliki retorika ceramah yang khas. Dan masih banyak lagi.
  • Konsistensi. Personal Branding juga terbentuk karena faktor Konsistensi. Maksudnya bagaimana? Begini… Ciri khas yang dimiliki seseorang dan itu merupakan kelebihan dia, maka hal itu pasti akan selalu dilakukan dan ditonjolkan secara terus-menerus dan berulang-ulang. Demikian juga orang yang sedang membangun Personal Branding, maka ia harus melakukan semua aktivitasnya mengarah ke image yang diinginkan, secara berulang-ulang dan konsisten. Misalnya, seseorang ingin disebut sebagai seorang Penulis, maka mau tidak mau ia harus produktif menulis dan menghasilkan karya-karya lewat tulisannya.
  • Kompetensi. Kompetensi merupakan kumpulan kemampuan dan talenta seseorang di bidang tertentu, yang terbentuk dari pengetahuan, wawasan, pengalaman dan kemampuan belajarnya sepanjang masa. Atau dengan kata lain yang lebih mudah, orang yang Kompeten sering diartikan sebagai “Orang yang AHLI di bidangnya”. Ketika Kompetensi dipadu dengan poin-poin di atas, maka akan semakin menguatkan Personal Branding seseorang.

Itulah beberapa hal – menurut saya – yang akan dapat membentuk Personal Branding seseorang. Mungkin masih ada faktor-faktor yang lain yang mendukungnya. Dengan Personal Branding yang sudah terbentuk, maka seseorang sudah memiliki Image tertentu di mata orang lain. Semua orang sudah memiliki Gambaran/Bayangan tertentu kepada Anda, ketika anda sudah memiliki Personal Branding di mata mereka…

Salam Perubahan…!!!

Advertisements


Categories: Motivasi

Tags: , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Kita Adalah Sales Person | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: