Inisiatif dan Kepekaan Jiwa

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Merdeka..!!! Anda pasti masih ingat kisah heroik seorang anak SMP yang bernama Johanes Andy Kalla alias Joni kan? Dia berani memanjat tiang bendera yang kecil dan tinggi menjulang ke langit, yang bergoyang ketika dipanjat, sampai-sampai membuat orang yang melihatnya deg-degan, cemas, dan takut roboh.

Peristiwa itu terjadi ketika Upacara Bendera peringatan Kemerdekaan RI yang ke-73, 17 Agustus 2018 di daerah perbatasan provinsi NTT. Ketika bendera Merah Putih dibentangkan, tali pengikat bendera putus dan langsung nyantol di puncak tiang bendera. Semua peserta upacara pun sontak terdiam dan pasti bingung harus berbuat apa. Tiba-tiba ada seorang anak dengan seragam putih biru, muncul dari belakang dan langsung memanjat tiang bendera layaknya dia memanjat pohon. Sampai di pertengahan tiang sempat berhenti sejenak, mungkin ragu atau capek… namun dengan penuh keyakinan dia terus memanjat sampai ke puncak tiang. Tali yang putus pun dipegangnya dan dibawa turun. Hingga bendera Merah Putih akhirnya berhasil dikibarkan. Ketika anak itu memanjat tiang sampai ke atas, saya yakin semua peserta upacara menahan nafas sambil berdoa… dan ketika anak itu sampai di bawah sambil membawa tali bendera, semua bernafas lega dan bertepuk tangan. Anak pemberani itu adalah Joni…

Sontak kejadian ini langsung menjadi viral, karena banyak yang merekamnya. Videonya langsung beredar di media sosial. Dan Joni pun mendadak terkenal, menjadi buah bibir dan menjadi berita di semua stasiun TV. Banyak sekali pujian, penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepada Joni. Sampai dia pun dipanggil presiden ke istana. Hal ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi Joni.

Pelajaran apa yang bisa anda ambil dari kisah heroik Joni di atas? Mungkin banyak insight yang bisa anda dapatkan. Saya hanya akan ambil satu saja, yaitu INISIATIF seorang Joni yang dengan PeDe langsung maju melakukan tindakan heroiknya. Inisiatif muncul karena panggilan jiwa seseorang. Jiwa seseorang yang sudah terasah, tertempa, dibiasakan sehingga muncullah kepekaan jiwanya.

Saya tertarik dengan cuplikan tulisan kawan saya, yaitu pak Nasrulloh BaksoLahar, yang sekelumit menggambarkan tentang Inisiatif ini. Berikut cuplikannya:

Inisiatif milik orang yang selalu menghidupkan jiwanya, idenya, pemikirannya. Inisiatif tumbuh pada jiwa yang bertanya apa sumbangsih yang bisa diberikan? Apa solusi yang bisa disumbangkan? Inisiatif milik orang yang peka merasakan adanya problematika.

Inisiatif selalu berbicara tentang apa yang bisa diberikan. Bukan apa yang bisa diperoleh. Inisiatif berbicara keluarkan isi dompet bukan mengisi isi dompet.

Inisiatif berjalan selalu melebihi langkah yang lainnya. Bertindak lebih cepat. Melangkah melampaui kepentingan saat ini. Go ahead. Saat yang lain diam, dia sudah berfikir. Saat yang lain berfikir, dia telah memulai. Saat yang lain memulai, dia sudah profesional. Saat yang lain profesional, dia sudah berinovasi baru dengan efektif.

Berinisiatif selalu menciptakan mahakarya yang tak bisa dikejar.

Salam perubahan…!!!



Categories: Motivasi

Tags: , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Generasi Selfish | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: