Lari Sprint dan Marathon

Lari Sprint dan Marathon

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Pada saat tulisan ini dibuat, pagelaran Asian Games 2018 masih berlangsung. Salah satu cabang perlombaan adalah Atletik, yaitu Lomba Lari. Dalam lomba lari ada beberapa kategori, yaitu Lari jarak pendek, jarak menengah, dan jarak jauh.

Dalam kategori lari jarak pendek, salah satunya adalah Lari Sprint Berjarak 100 meter. Lari jarak menengah merupakan lari yang menempuh jarak 800 sampai dengan 1500 meter. Sedangkan lari jarak jauh adalah lari dengan jarak tempuh di atas 3000 meter. Salah satunya adalah Lari Maraton, yang menempuh jarak sekitar 42 km. Waw… jauh sekali ya..??? Kalo kita orang biasa disuruh lari sejauh itu, kuat kagak ya?

Coba anda perhatikan, Muhammad Zohri, sang juara dunia lari sprint 100 m dari Indonesia. Ia dan lawan-lawannya, ketika start, kemudian lari sprint, pasti akan langsung lari sekuat tenaga, sekencang-kencangnya supaya menang paling cepat menyentuh garis finish. Lari sprint memang mengandalkan kekuatan otot kaki dan kecepatan lari. Untuk dapat menang, pelari jarak pendek membutuhkan reaksi cepat, kecepatan yang baik, lari yang efisien dan ketepatan saat melakukan start, serta berusaha mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis finish.

Sedangkan untuk lari maraton, yang berjarak begitu jauh, biasanya dilakukan di luar lapangan dan menggunakan jalan umum sebagai lintasannya. Coba perhatikan, dalam lari maraton yang dibutuhkan bukan kekuatan dan kecepatan lari sekencang-kencangnya, tetapi stamina tubuh, kekuatan pernafasan dan KONSISTENSI dalam lari hingga berhasil meraih garis finish.

Pada perlombaan lari jarak jauh atau maraton, pelari harus pandai dalam mengatur tempo ketika berlari. Hal ini bertujuan untuk mengefisienkan tenaga agar tidak kehilangan tenaga sebelum sampai ke garis finish. Pelari harus melakukan lari dengan langkah yang konstan dan tidak terlalu cepat, lari secara konsisten, mengatur pernafasan, dan pada saat memasuki 2-1 Km terakhir, pelari harus mengeluarkan seluruh kemampuannya dan berlari sekencang mungkin sampai garis finish, apalagi kalau ia sedang menguasai perlombaan, posisi di barisan depan, sehingga memungkinkan untuk memenangkan perlombaan.

Itulah bedanya antara Lari Sprint dan Lari Maraton. Tehnik dan strateginya jangan dibolak-balik ya… Kalau dibalik saya jamin, anda pasti akan kalah dan tepar sebelum sampai ke garis finish alias GAGAL. Ketika ikut lari sprint, anda larinya santai, tidak lari sekencang-kencangnya, ya pasti anda jauh ketinggalan sama yang lain. Ketika ikut lari maraton, anda langsung tancap gas, lari sekencang-kencangnya, maka kira-kira apa yang akan terjadi? Saya jamin, sebelum mencapai jarak tempuh 1 Km, anda akan pingsan dan tidak dapat melanjutkan perlombaan. Betul tidak ???

Cara start dalam kedua lari itu pun berbeda. Lari sprint memiliki cara start yang khusus, mulai dari posisi jongkok dengan ada tumpuan balok di kaki. Sedangkan untuk lari maraton start dengan posisi berdiri biasa. Dalam perlombaan lari maraton biasanya pesertanya sangat banyak, namun tidak semua peserta berhasil mencapai garis finish. Tingkat kegugurannya tinggi sekali, bisa mencapai 50% lebih.

Insight:

Begitu pula dalam hidup ini, kita harus memiliki Goals jangka pendek dan Dream jangka panjang. Buatlah perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. Segeralah Action, dengan kerja keras dan kerja cerdas, menggunakan langkah dan strategi yang tepat, seperti dalam lari sprint dan lari maraton di atas.

Dalam kondisi demografi yang semakin membengkak, dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, semua orang berlomba untuk menjadi juara.

  • Setiap orang berlomba untuk menjadi orang sukses.
  • Semua anak berlomba untuk mendapatkan sekolah yang favorit.
  • Semua anak sekolah berlomba untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.
  • Semua lulusan perguruan tinggi berlomba untuk mecari kerja yang bergaji tinggi.
  • Semua karyawan berlomba untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih tinggi.
  • Semua perusahaan berlomba untuk mencapai omset yang besar.
  • Semua keluarga berlomba untuk mendapatkan standar hidup layak bahkan lebih.
  • Semua enterpreneur berlomba untuk menjadi pengusaha sukses.
  • dan lain-lain

Tapi apakah semuanya bisa berhasil mencapai tujuannya? Menurut saya, realita yang terjadi adalah banyak sekali yang berguguran di tengah jalan, banyak sekali yang gagal, dan banyak sekali yang akhirnya hanya sekedar menjadi orang rata-rata. Mengapa bisa begitu?

Baca juga: Jangan Mau Menjadi Orang Rata-Rata

  • Bisa jadi memang kebanyakan orang tidak memiliki mental juara, menjadi orang rata-rata pun cukup.
  • Bisa jadi kebanyakan orang tidak memiliki garis finish yang jelas sehingga tidak tahu arah mana yang mau dituju.
  • Bisa jadi kebanyakan orang tidak memiliki fighting spirit yang kuat sehingga mudah loyo dan menyerah.
  • Bisa jadi kebanyakan orang  memiliki keraguan dan tidak yakin bahwa dirinya bisa sukses, akhirnya menjadi orang minder.
  • Bisa jadi kebanyakan orang tidak memiliki rencana aksi, strategi dan to do list yang tertulis, sehingga tidak terukur performance-nya dan terjebak rutinitas belaka.
  • Bisa jadi kebanyakan orang tidak mampu untuk menghadapi tantangan yang menghadang dalam kehidupan, sehingga merasa cukup dengan pekerjaannya sekarang.
  • Bisa jadi kebanyakan orang tidak memiliki Ketahanan dan Konsistensi sehingga mudah goyah pendiriannya.

Yuks sahabatku, segera sadarilah, bahwa Hidup ini, dimana pun, kapan pun, dan berprofesi sebagai apa pun adalah perlombaan dan perjuangan tanpa henti. Hidup harus selalu belajar dan bertumbuh. Dan hidup harus selalu menebar manfaat bagi sesama…

Baca juga: MEANINGFUL: Hidup Harus Mermanfaat

Salam Perubahan…!!!

Advertisements


Categories: Motivasi

Tags: , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Hadiah Asian Games 2018 | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: