Selembar Kertas Putih

Selembar Kertas Putih

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Pada suatu kesempatan, dalam sebuah permainan, saya memberikan selembar kertas putih kepada beberapa anak. Dengan instruksi silahkan kertas putih itu bebas mau diapakan, dibuat apa, dan untuk apa. Masing-masing dikerjakan sendiri, tidak boleh mencontek temannya. Ide apa yang tercetus di kepala, langsung dilakukan saja.

Dalam waktu beberapa menit, mereka pun mengerjakan tugas masing-masing. Anda kebayang apa kira-kira yang mereka buat dengan selembar kertas putih itu? Berikut hasilnya:

  • Anak pertama: membuat gambar bunga yang berwarna-warni. Nampaknya begitu indah.
  • Anak kedua: membuat tulisan berupa puisi yang cukup menyentuh hati ketika dibaca.
  • Anak ketiga: membuat corat-coret abstrak yang tidak jelas, seperti menggambar benang kusut.
  • Anak keempat: kertas pun dilipat-lipat hingga menjadi pesawat-pesawatan, trus ia terbangkan.
  • Anak kelima: karena tidak ada ide dan dalam kondisi agak sebel, maka kertas putih itu pun disobek-sobek menjadi kecil-kecil.
  • Anak keenam: awalnya dia membuat coretan dalam kertas itu, tapi karena gak puas kertas pun diremas-remas hingga menjadi bola kecil, trus dilempar ke tempat sampah.

Ternyata dari selembar kertas putih, bisa menghasilkan bermacam-macam bentuk, model, dan karya. Biasanya, Selembar Kertas Putih ini bisa dianalogikan dengan beberapa hal berikut:

  • Bayi lahir. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw dijelaskan bahwa, “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah…” (HR. Bukhari – Muslim dengan teks yang agak berbeda). Fitrah itu menggambarkan kondisi suci, putih bersih, NOL, sehingga bagaikan kertas putih. Sampai-sampai ada lirik lagunya Padi, yang mengatakan, “Kita terlahir bagai selembar kertas putih“.
  • Pikiran. Pikiran manusia pada awalnya juga seperti selembar kertas putih. Namun seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kepribadiannya, pikiran itu langsung terisi dengan jutaan bahkan milyaran pikiran yang masuk, memenuhi Pikiran Sadar dan menembus ke Pikiran bawah sadarnya.
  • Hati Nurani. Hati manusia juga diibaratkan seperti selembar kertas putih. Dimana hati ini sebagai tempat bercokolnya Keimanan dan Keyakinan seseorang. Setiap dosa dan maksiat yang dilakukan manusia akan membuat noda hitam dalam hati, dan setiap ketaatan dan kebaikan yang diperbuat akan membersihkannya kembali.

Apapun analogi dari Selembar Kertas Putih itu, setiap saat kertas putih bisa ternoda. Setiap waktu selembar kertas putih itu bisa berubah bentuk. Tergantung di tangan siapa Selembar Kertas Putih itu dipegang dan dikuasai. Kalo kertas putih dianalogikan dengan Bayi Lahir, maka kertas putih itu utamanya dipegang oleh kedua orangtuanya. Sedangkan kertas putih yang dianalogikan dengan Pikiran dan Hati, maka kertas putih itu digenggam erat oleh Dirinya sendiri.

Baca juga: Who Am I? Menemukan Jati Diri

Setiap kita akan memiliki Character dan Kepribadian yang pasti dibentuk dari orang yang mengasuh, mendidik, dan sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Selembar kertas putih akan menjadi seperti apa, menjadi bentuk apa, sangat tergantung dari orang yang memegangnya. Beruntunglah anda, ketika memiliki orangtua yang peduli terhadap masa depan anda. Namun, bukan hanya orangtua yang mempengaruhi kepribadian anda, tetapi siapa teman dekat anda, dengan siapa anda secara intens bergaul, dan siapa orang-orang yang adan idolakan ? Orang-orang inilah yang secara kuat akan mempengaruhi pikiran, hati, perasaan, sikap dan perilaku anda. Bahkan orang-orang inilah yang akan mempengaruhi bagaimana masa depan anda…

So… marilah kita bijak dalam memilih teman bergaul. Selektif dalam memilih teman dekat. Jangan biarkan Lingkungan yang mengendalikan hidup anda, tapi Anda lah yang harus mempengaruhi lingkungan. Anda sendiri yang menentukan nasib anda. Anda sendiri yang akan membuat Lukisan dalam Selembar Kertas Putih Masa Depan anda…

Baca juga: Kepribadianku Menentukan Masa Depanku

Salam Perubahan…!!!

Advertisements


Categories: Personal

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: