Menghadiri Wisuda Anakku

Menghadiri Wisuda Anakku

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Galic 560)

Pagi ini, Kamis 20 September 2018 aku menghadiri acara Wisuda LP3I di TMII, dimana anakku menjadi salah satu wisudawati. Acara sangat meriah, diikuti oleh 1.918 wisudawan/ wisudawati, serta dihadiri oleh ribuan orangtua/wali, keluarga dan undangan lainnya.

Para wisudawan/wisudawati, mengenakan seragam Toga, slempang, dan topi wisuda. Mereka tampil sangat ganteng dan cantik, dengan make up terbaik. Ada rona bahagia dan bangga di wajah-wajah mereka, karena telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan D3 selama 3 tahun.

Wisudawan berbaris rapi, memasuki ruangan sidang dengan khidmat. Dalam prosesi wisuda, mereka dipanggil dan diwisuda satu per satu oleh Senat Perguruan Tinggi, dan diberikan Ijazah Kelulusan masing-masing. Gelar akademik Ahli Madya berhasil mereka dapatkan.

Wisuda perguruan tinggi merupakan salah satu moment sakral dalam hidup kita, selain moment sakral lainnya seperti aqad nikah. Perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan yang melatih mahasiswa untuk menjadi dewasa dan mandiri serta menentukan nasib kehidupan selanjutnya. Bersyukurlah bagi anda yang pernah menjalani wisuda ini. Apa perasaan anda ketika diwisuda..???

Wisuda identik dengan pelantikan, peresmian dan penetapan bahwa mahasiswa telah lulus pendidikan dan berhak mendapatkan gelar sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh. Wisuda juga bisa diartikan sebagai wujud kesyukuran dari pihak campus dan utamanya mahasiswa karena telah berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

Dalam moment wisuda, bagi kebanyakan mahasiswa memberikan dilema perasaan yang cukup besar.

Perasaan Bangga dan Bahagia

Jelas, gebyar wisuda sangat meriah. Di dalamnya penuh suka cita, baik bagi mahasiswa maupun orangtuanya. Semua moment diabadikan dengan foto, video, snapgram, selfie, dll. Sontak dalam sekejab, acara wisuda pun tersebar di media sosial, mendapatkan banyak like dan comment selamat…

Perasaan Galau

Setelah selesai wisuda, pulang ke rumah masing-masing, eforia kesenangan telah pudar, muncullah perasaan bingung alias galau. Mereka harus move on, dan moving forward dari dunia idealis ke dunia nyata. Mereka menjadi Manusia Baru. Mereka harus menjalani hidup yang sebenarnya, untuk mulai babak baru sejarah kehidupannya.

Manusia baru ini mulai memikirkan mau kerja apa? Mau usaha apa? Mau menjadi apa ke depan? Sementara kondisi zaman sekarang penuh dengan persaingan, ketidakpastian dan perubahan yang sangat cepat. Inilah yang membuat Pikiran dan Perasaan mereka Galau.

Wahai para wisudawan dan wisudawati…!! Agar tidak Galau, maka anda harus:

  • Milikilah tujuan hidup yang jelas.
  • Sebisa mungkin temukan passion anda.
  • Jangan pernah berhenti belajar.
  • Teruslah action dan berlatih.
  • Teruslah upgrade kompetensi.
  • Minta maaf dan Bahagiakan orangtua.
  • Berdoalah, minta kepada Alloh atas semua ikhtiar anda.

Selamat wisuda..!!

Baca juga: Insight Mencabut Tissu

Salam perubahan…!!!



Categories: Uncategorized

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: