Loyalitas Generasi Milenial

Loyalitas Generasi Milenial

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Ketika anda mendengar istilah “Generasi Millennial apa yang terlintas di benak anda? Pasti anda akan membayangkan sekelompok remaja tanggung yang selalu memegang HP Smartphone di tangan mereka. Kalau begitu, berarti bayangan kita sama, bahkan saya bisa lebih banyak lagi memberikan label kepada mereka yang berbeda sekali dari generasi-generasi sebelumnya.

Sejatinya Generasi Milenial, yang sering disebut sebagai Gen Y ini, menurut para peneliti sosial adalah generasi yang lahir antara tahun 1980-2000. Jadi bisa dikatakan bahwa mereka adalah generasi muda yang saat ini berusia 18-38 tahun. Generasi yang sedang memiliki energi sangat besar dalam kehidupannya.

Populasi Generasi Milenial sekarang sangat besar sehingga sering dikatakan bahwa saat ini kita sedang mendapatkan bonus demografi. Lihatlah di mall-mall dan tempat-tempat rekreasi, pengunjungnya didominasi oleh generasi ini. Bayangkan juga, dari data pemilih pemilu di Indonesia, 40% lebih dikit adalah kategori generasi milenial. Waw… besar sekali proporsi mereka ya..!!

Jumlah yang sangat besar ini, bisa menjadi potensi besar bagi dunia politik maupun bisnis. Apalagi tahun 2019 nanti merupakan tahun politik, yaitu tahun diselenggarakannya pertarungan politik dalam ajang pemilu legislatif dan pemilu presiden sekaligus (pileg dan pilpres). Siapa calon yang bisa mengambil hati generasi milenial, maka dialah yang akan menjadi pemenang pemilu. Mereka juga menjadi sasaran/market potensial untuk bisnis online khususnya untuk produk-produk kecantikan, tempat rekreasi dan gaya hidup modern.

Posisi generasi milenial saat ini masih banyak yang menjadi mahasiswa, fresh graduated, new comer dalam dunia kerja dan sebagian kecil sudah menduduki posisi managerial di perusahaan. Di setiap perusahaan, jumlah mereka mayoritas. Lihatlah karyawan perusahaan, kebanyakan dari mereka adalah generasi muda. Iya kan ??

Generasi milenial dengan segudang karakteristik dan perilakunya, harus didekati, diperlakukan dan dikelola secara khusus dengan pendekatan tertentu. Mereka memiliki banyak kelebihan dan kekurangan, yang sangat membedakan mereka dari orang-orang generasi sebelumnya. Oleh karena itu, perusahaan melalui manajemen jangan sampai salah kelola terhadap mereka. Jangan disamakan dengan pendekatan pada karyawan Zaman OLD, pasti akan mental, karena Generasi Milenial tidak akan loyal kepada brand/ perusahaan, akan tetapi mereka lebih loyal kepada Komunitas mereka.

Manajemen yang salah mengelola SDM milenial, pendekatan yang tidak tepat, peraturan perusahaan yang tidak mengakomodir mereka, lingkungan kerja yang tidak memberikan kenyamanan kepada mereka, budaya kerja yang terlalu kaku dan kolot… maka, tunggulah… perusahaan akan ditinggalkan oleh karyawan generasi ini. Mereka tidak akan loyal kepada perusahaan yang mengekang gaya hidupnya.

Idealnya memang, perusahaan harus mengakomodir character dan culture karyawan generasi milenial, tetapi tidak ikut pada arus mereka. Sebisa mungkin perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi mereka. Namun demikian, karyawan generasi milenial juga harus bisa menyesuaikan diri dengan budaya kerja perusahaan dan gaya manajemen, yang mungkin berbeda dengan mereka, agar tercipta sinergi yang saling menguntungkan…

Baca juga: Generasi Selfish

Salam Perubahan…!!!



Categories: Bisnis

Tags: , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Milenial Zaman Now | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: