Salesman: SELL Atau TELL

Salesman: SELL Atau TELL

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Pada saat jalan-jalan ke maal, saya pernah didekati oleh beberapa Salesman suatu produk alat kesehatan. Mereka mengajak saya untuk singgah dan lihat-lihat produk mereka. Secara detail sekali mereka menjelaskan fungsi dan cara kerja alat tersebut. Bahannya terbuat dari apa, produksi mana, bagaimana cara kerjanya, dan fungsi alat tersebut untuk apa, semua diuraikan dengan fasih oleh Salesman. Akhirnya saya diajak untuk merasakan langsung, dengan praktek menggunakan alat tersebut.

Setelah cukup mendapatkan penjelasan panjang lebar, dan merasakan langsung alat kesehatan bekerja, saya pun izin untuk berlalu. Dikasihlah brosur dan kartu nama Saleman. Dengan wajah yang kelihatan agak kecewa karena belum berhasil Closing, Salesman mengucapkan terima kasih atas kunjungan saya…

Saya yakin, anda pun pasti pernah merasakan hal serupa. Di mall anda ditarik-tarik Salesman untuk mengunjungi counter mereka kan? Begitulah pekerjaan mereka, untuk mendapatkan pelanggan yang membeli produknya. Atau anda seorang salesman, sudah berapa produk yang berhasil anda jual?

Saya mengajak anda untuk memperhatikan mereka. Kebanyakan Salesman, jago dalam menerangkan product knowledge dari produk yang mereka pasarkan. Hebat dalam mengupas A sampai Z tentang fitur produk tsb. Tapi, justru itulah kesalahan terbesar mereka. Hal inilah yang membuat mereka kesulitan untuk Closing pelanggan. Hanya sedikit sekali produk yang berhasil dijual.

Pemahaman tentang produk wajib dikuasai oleh seorang Salesman, karena itu yang akan membuat ia PeDe dalam presentasi produk (TELL). Namun, kalo ingin meningkatkan jumlah Closing, maka wajib diimbangi dengan kemampuan untuk menjual, dengan cara mempengaruhi emosi calon pelanggan (SELL). Tapi kalo salesman hanya bisa TELL, belum mampu SELL, maka ia akan kesulitan untuk mendapatkan banyak pembeli.

Yuks kita rinci lebih dalam maksud dari penjelasan di atas, mengapa kebanyakan Salesman hanya bisa TELL, tapi belum mampu untul SELL. Apa saja kesalahan mereka?? Simak penjelasan berikut:

  • Salesman hanya berfokus pada produk, bukan pada audience atau calon pelanggan. Makanya yang dipresentasikan tentang produk melulu, tidak bertanya tentang keinginan dan kebutuhan pelanggan. Ajak biacara pelanggan dong…!!
  • Salesman hanya asyik menjelaskan Apa dan Bagaimana tentang produknya, belum mampu menjelaskan Kenapa Customer harus beli produknya. Semua produk memiliki manfaat dan kelebihan masing-masing. Tapi Customer belum mendapatkan alasan mengapa harus beli produknya, apa nikmatnya dan mudahnya yang akan diperoleh, serta apa ruginya ketika tidak menggunakan produk tsb.
  • Salesman belum mampu mengangkat values dari produk yang ditawarkan, sehingga bicaranya mengarah pada masalah harga dan diskon saja. Seolah-olah customer akan tertarik ketika harga produk murah karena ada diskon yang menarik… Belum tentu bro…!!
  • Salesman belum mampu menyentuh level psikologis dan emosi dari calon pelanggan, sehingga bahasanya cenderung garing. Perkayalah kompetensi anda dengan ilmu-ilmu motivasi dan hipnosis, supaya lebih mudah dalam mempengaruhi emosi pelanggan…!!

Gimana Sahabatku? Banyak kan kesalahan dari para salesman dalam menawarkan produk? Pantas saja susah closing…

Baca juga: Kita Adalah Sales Person

Salam Perubahan…!!!



Categories: Bisnis

Tags: , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Kebiasaan Berhutang | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: