Kebiasaan Berhutang

Kebiasaan Berhutang

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Siang itu saya sedang berada di antrian Kasir di mall, untuk membayar baju yang saya beli. Saya perhatikan hampir setiap Customer membayar belanjaannya menggunakan kartu. Ada yang gesek Kartu Debit, dan tidak sedikit pula yang menggesek Kartu Kredit. Semakin sedikit orang yang menggunakan uang Cash untuk membayar hasil barang shopping-nya.

Coba anda lihat-lihat, tidak hanya di mall-mall atau pusat perbelanjaan saja konsumen menggunakan Kartu Kredit, tapi di Hotel, bandara/agen tiket pesawat, minimarket, toko–toko, bahkan di cafe dan rumah makan pun masih gesek kartu kredit. Tidak hanya itu, banyak juga orang yang menggunakan kartu kredit untuk ambil uang cash di ATM atau gesek tunai kartu kredit.

Itulah fenomena zaman NOW dalam hal bertransaksi ekonomi. Mungkin imbas dari kemajuan teknologi dan perbankan yang semakin cashless. Orang akan merasa lebih save bepergian dengan hanya membawa kartu bukan uang cash. Penawaran dan promo menarik pun gencar dilakukan oleh bank-bank penerbit kartu kredit. Mereka mendatangi mall-mall, kampus, perkantoran dan tempat-tempat berkumpul orang banyak.

Baca juga: Salesman: SELL Atau TELL

Saya juga pernah memiliki beberapa Kartu Kredit dari bank-bank ternama di Indonesia dan luar negeri. Namun sekarang semua Credit Card tersebut sudah tidak digunakan lagi dan saya tutup dengan beberapa alasan prinsip. Ketika memiliki kartu kredit, secara psikologis kecenderungan dan keinginan untuk menggesek besar sekali. Dan tidak disadari, akhirnya kita menjadi lebih KONSUMTIF. Dikit-dikit gesek… dikit-dikit gesek..!!

Tahukah anda, bahwa ketika menggesek kartu kredit untuk transaksi apa saja, sama saja anda sedang BERHUTANG. Kalo menggesek kartu debit, sama saja dengan pembayaran tunai karena langsung memotong saldo tabungan. Kebiasaan gesek kartu kredit inilah akhirnya menimbulkan Kebiasaan Berhutang yang begitu mudah.

Memang tidak dilarang kita berhutang. Dalam Islam pun boleh berhutang dengan syarat tidak ada RIBA dan mampu untuk membayar di kemudian hari. Namun saya pernah mendengar seorang ustadz mengatakan bahwa orang yang terbiasa Berhutang itu sama dengan sifat Thulul Amal (panjang angan-angan), karena berasumsi dirinya masih akan berumur panjang dan bisa mengembalikannya. Orang yang seharusnya masuk syurga akan tertahan gara-gara ia memiliki Hutang di dunia. Makanya hutang itu harus diselesaikan dulu oleh ahli warisnya.

Sahabatku, bijaklah dalam menggunakan kartu kredit. Bijaklah dalam berhutang. Bijaklah dalam mengelola keuangan anda. Kalau kita terjebak dalam Kebiasaan Berhutang, terlalu mudah untuk berhutang pada bank atau orang lain, hanya untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, hanya untuk pengeluaran konsumtif, hanya untuk sekedar nongkrong dan makan-makan, berhati-hatilah..!!! Anda bisa terlilit hutang. Itu namanya Hutang yang Buruk.

Memiliki sederet kartu kredit bukan simbol kehebatan dan kekayaan. Menggesek kartu kredit dimana-mana bukan menggambarkan anda adalah orang yang kaya dan berpikir maju. Yang jelas, orang yang selalu menggesek kartu kreditnya, sudah pasti ia memiliki Kebiasaan Berhutang. Waspadalah..!!

Baca juga: Perkembangan Zaman Yang Memanjakan

Salam Perubahan…!!!

Advertisements


Categories: Bisnis

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: