Ritualitas Maulid Nabi SAW

Ritualitas Maulid Nabi SAW

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Kemarin saya diingatkan oleh Tim saya di kantor, bahwa besok libur katanya. Setelah saya cek di kalender, ternyata benar. Saking menikmati kerja, sampai lupa hari libur. Hari Selasa ini tanggal merah, asyiik bisa libur lagi, setidaknya bisa istirahat sejenak untuk me-refresh pikiran supaya tidak jenuh.

Selasa, 20 November 2018, tanggal merah, libur untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Tujuan Maulid adalah untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, sehingga harapannya umat Islam bisa mengenang perjuangan Rasulullah, mencintai beliau dan meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Saya tidak akan membahas pro-kontra (khilafiyah) tentang boleh tidaknya peringatan maulid ini. Karena memang ada ulama yang membolehkan, dan ada pula yang tidak membolehkan alias bid’ah. Yuks kita fokus pada esensi peringatan Maulid saja, bukan pada perayaannya.

Kondisi sekarang, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi TRADISI di masyarakat Indonesia. Kebanyakan umat Islam terjebak pada aktivitas RITUAL belaka dalam memperingati Maulid Nabi. Bahkan banyak yang menambahkan syarat tertentu, persembahan tertentu, ritual tertentu… yang justru bisa menjerumuskan pada kesyirikan. Peringatan Maulid Nabi justru dapat mendatangkan mudharat jika dilakukan dengan cara yang salah dan cenderung menyesatkan. Contohnya, dalam Maulid dibuatkan sesaji tertentu (orang Jawa bilang: Sajen), yang diarak (=dibawa) ramai-ramai ke pantai, untuk dilarung (=dihanyutkan) ke pantai selatan.

Ada juga masyarakat yang memperingati maulid dengan membuat gunungan yang dipenuhi dengan buah dan sayur hasil bumi, setelah perayaan selesai, gunungan itu menjadi rebutan masyarakat. Di daerah Makassar dan sekitarnya memperingati Maulid dengan membuat Pohon Hias dari telor yang dibungkus kertas warna-warni. Setelah peringatan selesai, pohon telor itu pun jadi rebutan warga/ anak-anak.

Dan mungkin masih banyak lagi, model perayaan Maulid Nabi yang berbeda-beda di setiap daerah. Secara umum, umat Islam berbondong-bondong ke masjid, untuk mengikuti rangkaian acara peringatan Maulid, yang di dalamnya ada syi’ar Islam, misalnya ceramah agama. Ada pula wirid-wirid tertentu, dan sholawat yang dibaca rama-ramai, yang sering dikenal dengan Barzanji. Semua kandungannya adalah cerita tentang sejarah Nabi Muhammad SAW.

Kebanyakan dari mereka memperingati Maulid Nabi hanya sebatas RITUAL dan TRADISI belaka. Hingar bingar perayaan Maulid kurang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Selepas acara selesai, mereka balik ke rumah masing-masing, kembali kepada gaya hidup sebelumnya. Gaya hidup yang jauh dari nilai-nilai keteladanan kepada Rasulullah SAW. Gaya hidup hedonisme, yang tidak memperhatikan halal-haram lagi. Gaya hidup yang semakin jauh dari Sunnah nabi Muhammad SAW.

Sungguh sangat disayangkan..!! Maulid nabi seharusnya menjadi moment untuk aprisiasi rasa CINTA kepada Rasulullah SAW. Meneladani kisah hidup dan perjuangan beliau dalam menegakkan Islam di muka bumi. Sebagaimana Shalahuddin Al Ayyubi yang menganjurkan umatnya untuk melaksanaan perayaan Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum Muslimin. Kala itu, Shalahuddin dan umat Islam memang berada dalam fase berperang melawan pasukan/tentara Salib, dan semangatnya lagi melemah. Pada akhirnya tentara kaum Muslimin berhasil memukul mundur pasukan Bizantium dan berhasil merebut kembali kota Yerussalem.

Dengan peringatan Maulid Nabi, seharusnya kita, umat Islam semakin dapat meningkatkan IMAN kepada Allah SWT, dan semakin mencintai nabi Muhammad SAW. Sikap kita dalam meneladani Nabi adalah:

  • Mempelajari sirah/ sejarah beliau
  • Mencintai beliau dan keluarganya serta orang-orang yang beliau cintai
  • Bersholawat kepada nabi
  • Mentaati perintah beliau
  • Menghidupkan Sunnah beliau
  • Membela dan memperjuangkan Risalah beliau

Sahabatku, bagaimana dengan kita? Sejauh mana kita meneladani Nabi Muhammad SAW dalam hidup kita?

Selamat memperingati Maulid Nabi SAW 2018

Baca juga: Murabbi: Pahlawan Dalam Kesunyian

Salam Perubahan…!!!



Categories: Personal

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: