Bangku Depan Kosong

Bangku Depan Kosong

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Suatu ketika, saya mengikuti acara Seminar bisnis di Jakarta. Sesampai di lokasi seminar, saya masuk ke dalam ruangan, ternyata para peserta sudah banyak yang berdatangan. Tapi anehnya, deretan bangku-bangku depan masih kosong. Bangku yang sudah terisi penuh duluan pasti deretan tengah ke belakang. Deretan depan belum ada peserta yang berani mendudukinya.

Hal ini bukan yang pertama kali saya alami. Hampir di setiap acara seminar, workshop, training, kuliah, ceramah umum, dan sejenisnya, selalu saja terjadi, Bangku Depan selalu kosong. Artinya, para peserta yang datang duluan selalu menempati posisi bangku tengah/belakang. Kondisi seperti ini selalu terjadi, dalam acara-acara yang bersifat keilmuan, yang menambah pengetahuan dan wawasan kita. Mungkin sudah menjadi BUDAYA di Indonesia, yang sangat berbeda dengan orang luar negeri. Moderator/MC biasanya sampai mengingatkan kepada para peserta yang duduk di belakang supaya maju ke bangku depan…

Kondisi terbalik akan kita jumpai, dalam acara yang bersifat kesenangan, hura-hura, dan hedonisme seperti konser musik, pertunjukan, artis, idol, pertandingan olah raga, show talent, dll. Kursi/ tempat di bagian depan pasti terisi duluan. Orang yang datang belakangan akan kebagian tempat di bagian belakang.

Kenapa bisa begitu ya? Apa yang bisa anda simpulkan dengan fenomena Bangku Depan Kosong ini? Kenapa orang lebih suka duduk di belakang? Berikut ini pendapatku:

  • Budaya Formal dan Feodalisme. Sejarah masyarakat Indonesia terdahulu, yang banyak kerajaan, melahirkan kelas masyarakat/ kaum bangsawan dan rakyat jelata (wong cilik). Hal ini menimbulkan budaya formal dalam tatanan kehidupan masyarakat, terutama ketika berhubungan dengan pihak bangsawan atau pejabat. Para pejabat kerajaan/ pemerintah harus ditaati dan selalu diutamakan. Lihatlah ketika ada acara-acara pertemuan di tengah masyarakat, acara kenegaraan, acara  pemerintahan di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, bangku-bangku deretan depan dikosongkan untuk jatah para pejabat dan tamu undangan khusus.
  • Budaya Malu dan Minder. Bagi masyarakat umum/biasa, kebanyakan mendapatkan budaya pola asuh orangtua yang tradisional atau alamiah alias apa adanya. Pola asuh ini banyak melahirkan generasi yang Minder, yang memiliki rasa Malu yang terlalu besar. Akibatnya mereka kurang PeDe ketika harus tampil di depan atau di atas panggung. Ada rasa takut karena malu kalo duduk di depan, karena merasa banyak sekali orang yang memperhatikannya, merasa takut ditunjuk oleh pembicara, dosen, instruktur dan pemateri, dll.
  • Semangat Menuntut Ilmu Lemah. Masih ingat beberapa filosofi orang Jawa, yang mengatakan: “Ojo ngoyo..!!”, “Alon-alon asal klakon..”, “Mangan ra mangan asal ngumpul..”, dan mungkin masih banyak lagi istilah serupa di masyarakat luar Jawa. Filosofi ini menggambarkan bahwa kebanyakan masyarakat hidupnya santai, seneng kumpul keluarga sehingga kurang berani fight untuk menghadapi resiko, tidak berorientasi hidup jauh ke depan, bekerja sekedarnya yang penting cukup untuk makan hari ini, tidak berani keluar dari zona nyaman, dll. Akhirnya kebutuhan untuk upgrade dan mengembangkan diri menjadi lemah, dan semangat menuntut ilmu juga lemah. Mengikuti training dan majelis-majelis ilmu hanya untuk menambah wawasan saja, makanya cukup duduk di bangku belakang saja.
  • Mungkin anda punya pendapat lain? Silahkan berkomentar ya..!

Yuks kita rubah budaya kita dalam menuntut ilmu. Hadirilah majelis-majelis ilmu karena itu sangat bermanfaat untuk hidup dan masa depan anda. Bersemangatlah dalam mengembangkan diri dan menuntut ilmu. Anda tidak akan pernah merasa rugi untuk investasi dalam pengembangan diri. Duduklah di deretan bangku terdepan agar lebih fokus, bisa berinteraksi langsung dengan pembicara dan penyerapan ilmunya lebih maksimal. Jangan biarkan Bangku Depan Kosong..!!

Baca juga: Lawan SHIFTING dengan INOVASI

Salam Perubahan…!!!



Categories: Uncategorized

Tags: , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Kendalikan Ketakutanmu ! | Sugibisnis's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: