Milenial Sindrom FoMO

Milenial Sindrom FoMo

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Coba perhatikan orang-orang di sekitar anda, terutama anak muda yang masuk generasi Milenial. Mereka semua dan anda juga pasti pegang gadget (smartphone) kan? Saya berani pastikan bahwa dalam HP anda pasti terinstall Medsos, apakah itu FB, Instagram, Twitter, Linkedin, Youtube dan juga Messenger seperti WA, Line, FB Messenger, BBM (dulu), Telegram? Siapa yang berani menjawab TIDAK… pasti HP anda jadul..!!

Perhatikan lagi tingkah laku mereka kaum Milenial, HP gak akan lepas dari tangan mereka. Mereka yang sedang duduk-duduk, pasti semuanya AUTIS dengan main HP sendiri. Dalam kondisi ngobrol/diskusi, sambil main HP. Bahkan dalam kondisi berjalan pun masih memainkan HP-nya. Itulah generasi Milenial, mereka tidak akan bisa ketinggalan dengan gadget-nya. Kira-kira apa yang mereka lakukan dengan HP-nya itu ya??

Baca juga: Fenomena AUTIS di Zaman Now

HIDUP di zaman modern ini, gadget atau Android menjadi satu kebutuhan primer setiap orang. Kemajuan teknologi dan informasi ini telah menciptakan gaya hidup baru bagi masyarakat. Media sosial sudah menjadi satu “menu wajib” bagi anak muda. Tidak bisa dipungkiri fasilitas canggih ini telah memberikan kemudahan untuk akses informasi, memudahkan bersosialisasi dan berkomunikasi dengan siapa pun, kapan pun dan di mana pun, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Semua dilakukan hanya melalui jempol saja.

Indonesia termasuk satu negara dengan pengguna medsos terbesar di dunia. Penggila medsos secara sadar atau tidak, telah jatuh dalam buaian kenikmatan dunia maya. Penggunaan medsos secara tidak wajar (berlebihan) bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam hidup. Bahkan ditahap yang lebih parah bisa menyebabkan penyakit psikis dan gangguan jiwa. Penyakit ini bernama Sindrom FoMO (Fear of Missing Out).

FoMO adalah sebuah gejala psikologis bagi para penggila medsos, takut ketinggalan berita terbaru, istilah zaman now “takut gak update”. Takut kalo dirinya tidak menjadi bagian dari kebersamaan dengan keluarga, teman dan komunitasnya, dalam moment tertentu. Untuk itu, kaum Milenial rela merogoh kocek berapa pun agar selalu exist dan update.

Contohnya si Fulan, kalau teman-temannya berlibur ke gunung Bromo, mereka selalu update status dan foto di medsos, sementara si Fulan tidak ikut dalam liburan itu… maka ia akan sangat sedih dan menyesal. Kalau ia tidak diajak oleh teman-temannya, maka si Fulan pasti akan marah. Dan ia akan meminta teman-temannya untuk mengulanginya berlibur ke Bromo suatu saat nanti.

Hasil survei dari lembaga independen RSPH (Royal Society of Public Health – 2017) menyebutkan bahwa 40% pengguna medsos mengidap penyakit FoMO. Kepala Eksekutif RSPH Shirley Cramer CBE mengatakan, “Media sosial lebih membuat kecanduan ketimbang rokok dan alkohol yang merasuki kehidupan anak muda, sulit mengabaikan Media sosial ketika bicara masalah mental anak muda”.

Yuks lihat diri kita masing-masing, apakah kita mengidap Sindrom FoMO atau tidak. Apakah anda merasa dan mengalami hal-hal berikut ini:

  • Tidak bisa melepaskan diri dari gadget/Hp. Kalau HP ketinggalan anda tidak bisa beraktivitas secara normal bahkan merasa seperti sedang tertimpa musibah besar.
  • Terlalu sering membuka medsos untuk melihat respon orang lain terhadap status dan eksistensinya.
  • Penasaran akut sama bunyi notifikasi HP dan status timeline orang lain.
  • Penasaran dengan percakapan dan komentar-komentar di wall dan status orang lain.
  • Merasa khawatir, cemas, gelisah bahkan merasa bersalah kalau sudah lama tidak update, karena merasa ketinggalan dari bagian kekinian.
  • Terobsesi atau berhasrat supaya mendapat like dan komentar sebanyak-banyaknya.
  • Selalu ingin eksis dan semua moment dijadikan bahan jepretan untuk di share ke media sosial.
  • Telat makan, telat shalat, lupa keluarga gara-gara lalai berselancar di medsos.
  • Merasa Hotspot Wifi gratis adalah anugerah, sedangkan kuota habis atau sinyal buruk sebagai musibah, bahkan sampai marah-marah.
  • Antisosial, lebih bahagia berinteraksi di dunia maya dari pada berkomunikasi face to face dengan teman di dunia nyata.

Kalo anda mengalami hal-hal di atas, warning… anda sudah terjangkit Sindrom FoMO.

Sahabatku, bijaklah dalam menggunakan gadget dan medsos. Gunakanlah seperlunya, dan hanya untuk aktivitas yang bermanfaat. Manfaatkan medsos untuk mengupgrade diri, menambah ilmu hidup, mendukung bisnis dan bersilaturahim. Namun jangan sampai kebablasan, lupa terhadap kewajiban kepada Alloh dan keluarga hanya gara-gara asyik berselancar di dunia maya…

Baca juga: Milenial Zaman Now

Salam Perubahan…!!!



Categories: Inspiratif

Tags: , , , , , , , ,

4 replies

Trackbacks

  1. Jadikan Liburan Bermakna | Sugibisnis's Blog
  2. Liburanmu Dapat Apa? | Sugibisnis's Blog
  3. Mengapa Millenial Bisa Multi-Tasking? – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  4. Milenial Generasi Pembunuh – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: