Ibuku Membohongiku

Ibuku Membohongiku

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Membaca judul di atas anda pasti kaget. Jangan-jangan anda membayangkan terlalu jauh, seolah-olah ada seorang IBU yang berperangai dan bertingkah laku buruk. Jangan salah sangka dulu, sebelum anda membaca lebih jauh. Mungkin ada sebagian kecil seorang IBU yang jahat kepada anaknya, tapi itu pasti karena terdesak/terjebak oleh keadaan.

Secara alamiah (baca: fitrah), seorang IBU pasti akan cinta dan sayang sama anaknya. Bahkan kasih sayang IBU sepanjang masa tanpa batas. Seorang IBU pasti akan selalu baik kepada anaknya melebihi kebaikan siapa pun.

Trus… apa yang dimaksud judul ini, Ibuku Membohongiku? Simaklah baik-baik..!!

  • Ketika aku BAYI, bisanya hanya menangis kalau lapar, pipis, pup dan terusik. Ibuku yang sudah capek mengurusku dan mengurus keluarga, selalu tanggap melayaniku dan memenuhi kebutuhanku seolah-olah tidak ada rasa capek. Itu dilakukan karena cintanya padaku…
  • Ketika dalam perjalanan atau sekedar jalan-jalan di luar rumah, IBU selalu menggendongku, seolah-olah tubuhnya sangat kuat dan tidak pernah capek. Padahal badannya selalu pegal-pegal namun tidak pernah dirasakan. Itu dilakukan karena sayangnya padaku…
  • Ketika aku ANAK batita (bawah tiga tahun), sebelum tidur selalu minta ditemani untuk pegang mainan sambil bercerita. Ibuku selalu menemaniku seolah-olah tidak mengantuk, padahal ibu sudah ingin tidur karena lelah. Itu dilakukan agar aku tidak menangis dan cepat tidur…
  • Ketika aku ANAK-ANAK, merengek minta dibelikan mainan, ibuku juga memenuhinya seolah-olah ibu memiliki uang banyak, padahal untuk kebutuhan makan keluarga saja terbatas. Itu dilakukan karena ingin memuaskanku…
  • Ketika aku mulai sekolah TK (kalau sekarang PAUD), aku selalu minta diantar ke sekolah, dan ibuku selalu setia mengantarkan dan menungguku setiap hari sampai aku berani berangkat sendiri bersama teman-temanku, seolah-olah ibu memiliki waktu luang banyak, padahal di rumah pekerjaan selalu menunggunya. Itu dilakukan agar aku menjadi anak yang cerdas…
  • Ketika aku ANAK-ANAK, minta jajan makanan, ibuku juga berusaha membelikannya dan makananya diberikan kepadaku. Aku pun makan dengan lahapnya. Ketika ibuku aku tawarin untuk makan, dia bilang, “buat kamu saja nak… ibu tidak lapar…”. Padahal perutnya juga keroncongan. Itu dilakukan hanya untuk membahagiakanku…
  • Ketika aku REMAJA, menjadi anak Sekolah, aku minta dibelikan baju sekolah atau baju baru yang lain, ibuku selalu berusaha untuk membelikannya, padahal ibuku hanya mengenakan pakaian yang itu-itu saja, jarang mengenakan baju baru. Itu dilakukan agar aku senang dan fokus bersekolah.
  • Ketika aku REMAJA, mulai kuliah dan berpisah dengan ibu, aku selalu minta uang untuk pembayaran kuliah dan kiriman uang bulanan. Ibuku selalu berusaha mengirimkannya. seolah-olah ia memiliki banyak tabungan. Padahal uang itu dari hasil penjualan hasil panen ataupun utang keluarga. Itu dilakukan agar aku menjadi orang SUKSES di masa depan.
  • Ketika aku sudah BEKERJA, mendapatkan penghasilan sendiri, aku pun ingin mengirimkan uang hasil kerjaku kepada ibu, tapi ia berusaha menolaknya seolah-olah tidak membutuhkan uang itu, sambil mengatakan, “…untuk kebutuhanmu saja nak..”.  Itu dilakukan agar aku mandiri.
  • Ketika aku sudah MENIKAH, hidup bersama keluarga, aku pun jarang mengunjungi ibuku dengan alasan sibuk. Ibu pun mengerti dan memakluminya seolah-olah tidak merindukanku, padahal ia sangat kangen dan selalu ingin bertemu. Itu dilakukan agar KELUARGA-ku bahagia.

Dan mungkin masih banyak lagi kebohongan ibuku yang lain dalam membesarkanku. Tapi coba perhatikan, semua kebohongan IBU tujuannya sangat baik dan mulia untuk anaknya. Semua itu dilakukan hanya demi aku. Ibuku selalu menginginkan anaknya:

  • menjadi anak yang baik, ceria dan menyenangkan
  • menjadi remaja yang periang, cerdas dan berprestasi
  • menjadi orang yang sukses dalam bekerja atau berbisnis
  • menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia
  • menjadi orang yang SUKSES dan berguna bagi sesama.

dalam satu kata, agar kelak “Aku menjadi ORANG” kata orang Jawa.

Semua jerih payah IBU dilakukan dengan IKHLAS, tanpa pamrih apapun. Tanpa ingin mendapatkan IMBALAN dari anaknya ketika sudah sukses nanti. IBU rela mengorbankan apapun, rela bersusah-susah/ menderita hanya demi anaknya BERHASIL menjadi ORANG di kemudian hari.

Maka, DURHAKA lah seorang anak yang tidak BERBAKTI kepada Ibunya. Seorang anak yang BERANI dan menyakiti kepada Ibunya.

Sungguh..!!! Itu merupakan:

CINTA yang LUAR BIASA
KASIH SAYANG tanpa BATAS
PENGORBANAN tanpa PAMRIH
HARAPAN dan IMPIAN sangat BESAR
OPTIMISME tiada bandingannya
DO’AMU tiada HENTI

dari seorang IBU. Wajarlah bila dikatakan, “Syurga berada di bawah telapak kaki IBU”.

Ibuuuu, aku merindukan dan mencintaimu… 😍😍😍😭😭

Happy Mother’s Day, 22 Desember 2018

Baca juga: Kangen Sama IBU

Advertisements


Categories: Personal

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: