Kesatuan Jiwa dan Bisnis

Kesatuan Jiwa dan Bisnis

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Inti bisnis bukanlah profit. Bukan laba dan keuntungan. Bukan cashflow dan asset. Bila tidak percaya, bacalah visi dan misi seluruh perusahaan yang ada, tak ada yang berorientasi pada profit, cashflow dan asset. Bila bisnis hanya berorientasi seperti itu, kehancuran hanya soal waktu.

Profit, cashflow dan asset hanyalah agar bisnis bisa terus menjaga kesinambungan peran. Agar memiliki energi dan bahan bakar untuk melaksanakannya visi dan misinya. Bila ingin menjaga kesinambungan bisnis, fokus dan pertajam realisasi visi dan misinya.

Bisnis model, bukanlah bagaimana mendapatkan profit, cashflow dan asset tetapi bagaimana visi dan misi bisnis diimplementasikan. Dari tataran konsep ke operasional. Dari tataran pemikiran ke tataran aktifitas harian. Bisnis model berbicara mewujudkan dan menjaga kesinambungan visi misi dengan ditopang oleh profit, cashflow dan asset.

Bila sebagian besar waktu hanya untuk bisnis yang berorientasi pada profit, alangkah tak berartinya hidup ini. Hidup itu bukan untuk pamrih. Hidup itu bukan untuk mendapatkan ganjaran dan balasan. Hidup itu untuk menjalankan peran menjadi hamba Allah dan Khalifah melalui aktifitas bisnis kita.

Bisnis itu wadah ekspresi dan olah pemikiran. Bisnis itu wadah ekspresi karsa dan karya. Bisnis itu seperti memainkan catur dalam papan kehidupan. Bisnis sebuah cara menikmati hidup sebelum kematian.

Jerih payah bisnis. Keringat bercucuran dari bisnis adalah perjuangan tak henti mewujudkan visi dan misi hidup yang tertuang melalui visi misi bisnis. Bila visi misi hidup berbeda dengan visi misi bisnis, bertanda terjadi kepribadian yang terbelah, kepribadian ganda dalam diri. Inilah yang membuat kita tak menikmati perjalanan bisnis kita. Tak ada kesatuan jiwa, pemikiran dan hati.

Bila orientasi bisnis adalah orientasi jiwa dan nurani, inilah yang akan membuat berbisnis adalah bagian dari kenikmatan hidup, bagian nikmat Allah, bagian hidayah Allah. Kelak aktivitas bisnis kita akan membawa kita berdampingan dengan Rasulullah SAW di surga nanti.

=======

Demikian tulisan dari pak Nasrulloh Baksolahar, yang sangat menginspirasi dan menggugah jiwa kita. Bagaimana kita membangun bisnis bukan hanya sekedar mengejar harta duniawi, tapi merupakan bagian dari menjalankan visi-misi hidup kita di dunia ini. Bisnis itu bagian dari ibadah. Bisnis itu bagian dari membangun jiwa dan nurani kita. Bisnis itu membawa kita kepada keberlimpahan amal dan karya. Berbisnis itu bagian dari meneladani Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, Yuks bangun jiwa bisnis yang BENAR dalam diri kita, agar jiwa dan nurani kita selalu berkembang. Agar pribadi kita semakin dewasa dan matang. Agar hidup kita semakin menantang. Agar prestasi dan amal kita tertimbang. Maka, janganlah anda merasa bimbang. Rezeki pun, insya Alloh akan datang…

Baca juga: Memulai Bisnis Tidak Pernah dari NOL

Salam Perubahan..!!

(Sugibisnis: Owner Black Garlic 560)



Categories: Bisnis

Tags: , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Spiritualitas Target – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: