Kondangan Pernikahan

Kondangan Pernikahan

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Berikut ini adalah cerita fiksi yang entah siapa pengarangnya. Cerita ini menggambarkan seseorang yang sedang Kondangan di acara pernikahan temannya. Katakanlah namanya si Fulan. Yuks disimak..!

==========

Si Fulan diundang untuk menghadiri acara pernikahan temannya yang bernama Nisa. Setelah berdandan dan memakai pakaian batik yang rapih, ia pun berangkat ke tempat acara tsb. Fulan bergumam dengan dirinya, “Nisa pasti akan bahagia karena aku datang ke acara pernikahannya”.

Ketika Fulan sudah sampai di lokasi pernikahan, ia dihadapkan pada 2 pintu masuk dengan tulisan, pintu pertama untuk keluarga laki-laki dan pintu kedua untuk keluarga perempuan. Maka Fulan memilih masuk ke pintu ke 2.

Setelah berjalan beberapa langkah ke depan, Fulan bertemu lagi dengan 2 buah pintu. Pintu satu tertulis untuk tamu laki-laki dan pintu dua untuk tamu wanita. Fulan pun langsung masuk ke pintu satu.

Fulan berjalan lagi ke depan. Tak begitu jauh setelah keluar dari pintu satu, Fulan dihadapkan pada 2 pintu lagi. Pintu pertama bertuliskan untuk tamu yang membawa kado dan pintu kedua untuk tamu yang tidak membawa kado. Sambil malu-malu Fulan pun masuk lewat pintu kedua.

Setelah berjalan beberapa langkah ke depan, lagi-lagi Fulan bertemu dengan 2 pintu. Pintu satu ada tulisan untuk tamu yang bawa amplop, sedangkan pintu kedua untuk tamu yang tidak bawa amplop. Sambil ketawa terbahak bahak Fulan pun masuk lewat pintu kedua.

Setelah dibuka pintu kedua tersebut ternyata Fulan sudah berada di jalan raya di luar gedung tempat acara pernikahan. Hahahahaha… πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜ƒ

==========

Tertawalah sejenak, untuk menghilangkan kepenatan pikiran karena banyak pekerjaan. Tertawa itu sangat menyehatkan tubuh. Tertawa itu menggembirakan. Tertawa itu membahagiakan. Tertawa itu melepaskan pikiran-pikiran dan emosi negatif.

Makanya, biasakanlah untuk bersedekah baik secara terang-terangan apalagi sembunyi-sembunyi. Bangun mindset “Give and Give” bukan “Take and Give”. Dengan begitu anda akan selalu mudah untuk memberi, berinfak dan bersedekah. Kalo Take and Give, anda akan termasuk orang yang “Hitung-hitungan” alias Pelit. Bisanya hanya menuntut bukan berbagi.

Dengan prinsip Give and Give, anda akan menjadi orang yang dermawan, orang yang mudah sharing dan berbagi apapun kepada orang lain. Berbagilah kepada sesama walaupun itu teman anda, supaya kejadian seperti cerita di atas tidak anda alami…

Baca juga: Hidup Lebih Berwarna

Salam Perubahan..!!



Categories: Kocak

Tags: , , , , , , , , ,

3 replies

Trackbacks

  1. Tutuplah Botol Dengan Rapat – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  2. Jangan KAMUFLASE, Hiduplah Pada Levelmu – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  3. Tidak Mudik Lebaran – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: