Otak Mamalia vs Otak Modern

Otak Mamalia vs Otak Modern

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Di sebuah kelas Sekolah Dasar, bu Guru bertanya kepada anak-anak muridnya, “Di sebuah pohon hinggaplah 10 ekor burung. Dari bawah pohon ada seseorang membawa senapan dan ingin menembak burung-burung itu. Satu ekor burung kena tembak, sisanya ada berapa ekor?”

Sontak murid-murid di kelas secara ramai-ramai menjawab, “Sisa 9 ekor bu Guru…”
“Pintar semua murid-muridku…” 
kata bu Guru.

Kalo pertanyaan itu ditujukan ke anda, bagaimana jawaban anda? Saya yakin mayoritas akan menjawab sama dengan jawaban murid-murid di atas. Iya kan..??

Tiba-tiba ada seorang murid yang angkat tangan, dan berani bertanya kepada bu Guru:

Murid : “Maaf Bu Guru, itu senapannya berbunyi gak?”.
Guru : “Ya berbunyi dong, DORR…”.
Murid : “Kalo gitu, burungnya habis, tidak tersisa bu Guru”.
Guru : “Loh…. kok bisa?”
Murid : “Waktu 1 ekor burung tertembak dan senapannya bunyi Dorr, burung yang lain kaget dan terbang semua bu Guru..”

Bu Guru pun kaget, tidak menyangka akan mendapatkan tanggapan dari salah satu anak muridnya seperti itu. Dalam hatinya, bu Guru merasa bangga, dengan pemikiran dan cara pandang muridnya tersebut…

Dari dialog antara Guru dan murid di atas, siapa yang lebih cerdas? Siapa yang lebih maju pemikirannya? Siapa yang lebih luas cara pandangnya? Murid atau bu Guru?

Dari sekelumit kisah di atas, saya ingin membedakan cara kerja otak manusia, dimana setiap kita (manusia) memiliki bagian otak reptil, otak mamalia dan otak modern. Untuk lebih detil beda ketiganya, silahkan baca ulang di :

Baca juga: Otak Reptil dan Mamalia.

Otak Reptil bertanggung jawab atas naluri untuk bertahan hidup dan hanya berpikir saat ini. Otak Mamalia bertanggung jawab atas perasaan dan motivasi serta kemampuan untuk memiliki memori dan belajar, sehingga berperilaku lebih fleksibel dan tidak berdasarkan naluri saja. Sedangkan Otak Modern memiliki kemampuan memori dan belajar yang jauh lebih berkembang, kemampuan berpikir abstrak dan rasional, berbahasa dan komunikasi, kemampuan untuk melakukan introspeksi, berpikir dengan akal sehat, dan kemampuan untuk merencanakan masa depan (planning).

Cara berpikir Ibu Guru dan kebanyakan murid-murid dalam cerita di atas, berpikir menggunakan Otak Mamalia. Cara berpikir yang berbasis perasaan saat ini, seperti untung-rugi, baik-buruk, enak-tidak enak, murah-mahal, suka-tidak suka, wajar-tidak wajar, dll. Kebiasaan otak mamalia adalah Jump to Opinion, kata pak Tung Desem Waringin. Artinya selalu men-judge segala sesuatu berdasarkan perasaannya saat ini sehingga sering terjebak pada generalisir…

Sedangkan seorang anak yang kritis, mengembangkan pertanyaan lebih lanjut, ia menggunakan Otak Modern-nya (NeoCortex). Ia berpikir lebih maju, lebih luas, lebih jauh ke depan dan mengedepankan berpikir dengan logika bukan perasaan. Otak modern berpikir secara komprehensif dari segala sisi, mengembangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, mengumpulkan berbagai data pendukung, dll, sehingga bisa menghasilkan jawaban/ keputusan yang berbeda.

Sahabatku, sering-seringlah berpikir menggunakan Otak Modern anda. Jangan mengedepankan otak mamalia, apalagi otak reptil. Supaya hidup anda lebih tertata dan berkembang lebih baik. Kelebihan otak modern adalah, mampu membuat planning masa depan dan berjuang untuk mewujudkannya. Makanya peradaban manusia selalu bertumbuh dan berkembang sangat pesat. Sangat berbeda dengan kehidupan binatang yang dari dulu sampai sekarang tetap statis…

Baca juga: RENCANA Pasti Ketemu TARGET

Salam Perubahan..!!



Categories: Personal

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: