Generasi BUIH

Generasi BUIH

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Berikut ini artikel tulisan dari pak Nasrulloh yang sangat menarik, sangat menyadarkan, dan memberikan inspirasi berharga untuk menjadi Manusia Sebaik-baiknya. Beliau menggambarkan karakteristik manusia yang menjadi Generasi Buih, sebagaimana dikisahkan dalam hadits nabi Muhammad SAW:

“Akan datang umat-umat yang berkerumunan ke atas kalian seperti kerumunannya orang-orang yang makan pada satu pinggan.” Maka seorang sahabat bertanya : “Apakah jumlah kami pada ketika itu sedikit?”
Baginda s.a.w menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi keadaan kalian seperti buih-buih di lautan. Dan sesunguhnya Allah akan mencabut dari (hati) musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian serta akan ditimpakan (penyakit) al-Wahn di dalam hati-hati kalian.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah al-Wahn?”
Nabi SAW menjawab: “Cinta kepada dunia dan takut mati.”
(Sahih – HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Baca juga: Mengundang Allah Dalam Hidup Kita

===========

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Generasi buih, generasi yang dimangsa oleh umat lain. Generasi buih, generasi yang diremehkan oleh umat lain. Generasi buih, berkeliaran mengikuti ombak gelombang umat lain. Generasi buih, generasi yang riuh rendah di permukaan laut namun kehidupannya tak tahu akan dibawa kemana.

Generasi buih, generasi yang diselimuti kecintaan pada dunia. Cinta dunia adalah selemah-lemahnya kekuatan manusia. Orientasinya hanya kesenangan. Adakah yang bisa dibangun dari kesenangan? Adakah peradaban yang bisa dibangun dari kesenangan? Adakah karya besar dari sebuah pelampiasan kesenangan? Kesenangan justru menghancurkan manusia dan alam.

Generasi buih, cinta dunianya penyebab takut kematian. Generasi buih, generasi yang tidak paham titik akhir. Generasi yang tak memiliki obsesi yang melampaui kehidupannya. Urusannya hanya perut dan kemaluan. Urusannya hanya rumah, kendaraan dan kekayaan. Apakah peradaban manusia dibangun atas pondasi ini? Inilah peradaban hewan.

Generasi buih, bukanlah generasi pencipta arus, bukan pula pencipta gelombang. Generasi buih generasi yang muncul dipermukaan, terlihat ramai dengan keriuhan namun kehidupannya dikendalikan oleh arus yang diciptakan untuk menghancurkannya.

Generasi buih adalah generasi bubble, besar dan banyak tetapi tak berisi, tak memiliki kekuatan dan harga diri, mudah pecah dan terbang hanya oleh tiupan yang kecil. Menjadi permainan anak-anak kecil yang menginginkan kesenangan diri. Generasi buih, generasi yang diperebutkan dan dihinakan oleh umat-umat lainnya.

Mengapa generasi ini dihinakan? Karena Allah ingin menggantikannya dengan generasi baru. Mereka dimusnahkan oleh gaya hidup, pemikiran dan kesenangannya. Mereka terpojok disudut ruang sempit dan gelap peradaban. Mereka generasi penikmat kehidupan bukan pencipta peradaban. Mereka generasi yang tersisih dalam pergulatan kehidupan. Bila tak ada karya kehidupan maka takdirnya adalah terkubur dalam percaturan peradaban.

Generasi buih akan lenyap karena terhinakan. Generasi buih akan tersadarkan setelah paham bahwa dirinya dipermainkan dan dikorbankan oleh pencipta arus kerusakan. Generasi buih akan tersentak dan bangkit oleh mereka yang menyadarkan dengan keikhlasan. Generasi buih akan berevolusi menjadi pemangku kebangkitan setelah ditempa oleh pedihnya sebagai kaum yang terpinggirkan.

Generasi buih selalu ada dalam rentang sebuah zaman. Para pembaharu akan bangkit untuk memperbaikinya. Setiap ada penyakit pasti ada obatnya. Takdir Allah adalah akan selalu muncul keseimbangan baru, akan muncul pembaharu dalam setiap zamannya. Kitakah pembaharunya? Atau bagian generasi buih?

===========

BUIH – sesuatu yang ADA bahkan BANYAK sekali, namun keberadaannya akan segera HILANG. BUIH – sesuatu yang MENGAMBANG, namun tidak ada HARGA-nya.

Kuantitas Generasi Buih sangatlah banyak, namun sangat keropos. Begitu rendahnya kualitas Generasi Buih. Begitu lemahnya kekuatan Generasi Buih. Begitu memalukannya harga diri Generasi Buih. Begitu hinanya kehidupan Generasi Buih. Na’udzubillahi min dzalik..

Sadarlah Sahabatku… Janganlah larut menjadi Generasi Buih ini. Jadilah Pembaharu, yang justru akan menggantikan Generasi Buih. Jadilah Pioneer, yang akan membangun peradaban baru yang jauh lebih HEBAT dari Generasi Buih. Jadilah Penyelamat generasi anda dan generasi berikutnya…

Baca juga: Bagaimana Kualitas Hidup Anda?

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Ingat Kematian, Mencerdaskan – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  2. Puasa Hari Pertama – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: