Ingat Kematian, Mencerdaskan

Ingat Kematian, Mencerdaskan

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Dalam pekan ini, di WA group saya dipenuhi dengan berita kematian. Di grup keluarga ada berita duka, saudara meninggal dunia dalam usia 50 tahun. Di grup RT ada berita duka, ibunda salah satu warga kompleks meninggal dalam usia cukup tua. Di grup teman kantor, ada berita duka, salah seorang karyawan meninggal dunia dalam usia yang relatif masih muda. Innalillahi wainna ilaihi roji’uun.

Begitulah Sunnatullah di alam semesta ini. Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Setiap umat ada ajalnya dan ketentuan itu tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. Kapan AJAL kan datang, tidak ada manusia yang bisa menerkanya. Maut bisa menjemput siapa saja. Tak hanya tua, yang muda pun tak kan lepas dari takdir kematiannya. Tak hanya yang sakit, orang sehat pun bisa seketika dijemput maut.

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan keluarga. Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”. Sebab itu sudah janji dan ketentuan Allah SWT.

Sufyan al-Tsauri dan para Salafus Shalih, ketika dirasa hatinya kurang mendekat kepada Allah SWT, ia langsung bermuhasabah mengingat akhirat dan membayangkan pedihnya sakaratul maut. Bahkan di antara mereka ada yang memiliki cara unik dengan membuat ruangan khusus di rumahnya. Dalam ruang khusus itu dibuat liang lahat seperti kuburan. Mereka masuk ruang tersebut sekedar untuk mengingat-ingat bahwa ia suatu saat akan mengalami dahsyatnya mati.

Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah olehmu mengingat-ingat kepada sesuatu yang melenyapkan segala macam kelazatan, yaitu KEMATIAN.” (HR. Turmudzi).

Dalam satu hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar RA disebutkan, pernah ada seorang Anshar menghadap Rasulullah SAW. Orang itu bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?” Beliau SAW menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Nabi SAW lalu menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata: hadits hasan).

Kita tahu dalam sirah, bahwa para Sahabat selalu mengingat (= menjaga kesadaran) akan kematian. Para salafus shalih pun demikian. Ketika dirinya terasa jauh dari Allah SWT, mereka segera Ingat Kematian. Mereka semakin Cerdas untuk mengisi hidupnya dengan Amal Shalih.

Sementara kita sekarang bagaimana??? Kebanyakan kita selalu lupa dan lalai akan kematian. Banyak yang terjebak dalam hidup yang penuh hedonisme, cinta dunia dan takut mati.

Baca juga: Generasi BUIH

Hasilnya sangat kontras antara generasi Sahabat/ Salafus Shalih dengan generasi kita sekarang. Para sahabat selalu siap siaga, selalu merasa dalam pengawasan Alloh SWT. Tidak ada yang bisa lepas dari CCTV Alloh. Sementara kita, tenggelam dengan gemerlap dunia. Lupa kehidupan akherat. Padahal dunia itu fana dan akheratlah yang kekal.

Orang yang cerdas adalah orang yang tahu persis tujuan hidupnya. Kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi tujuan tersebut. Maka, jika akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, mengapa orang-orang yang cerdas tidak mempersiapkannya?

Sahabatku, Ingatlah selalu Kematian, karena itu mencerdaskan. Jadilah Orang yang CERDAS. Orang yang selalu mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

Baca juga: Jangan KAMUFLASE, Hiduplah Pada Levelmu

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Apa Itu NYINYIR? – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: