Mengapa Millenial Bisa Multi-Tasking?

 

Mengapa Millenial Bisa Multi-Tasking?

Studio shot of young woman working in office covered with adhesive notes

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Mungkin anda orangtua yang memiliki anak generasi Milenial? Atau anda sendiri seorang Milenial? Ketika anda jalan-jalan atau shopping ke mall, pasti ketemu kaum Milenial. Anak-anak sekolah (SD, SMP, SMU) dan mahasiswa di campus-campus sekarang masuk generasi Milenial. Ketika anda kongkow-kongkow di cafe, ketemu generasi Milenial. Ketika anda nonton film di Bioskop, ketemu generasi Milenial. Ketika anda piknik ke tempat-tempat rekreasi, spot-spot indah, pasti ketemu generasi Milenial.

Dengan mudah, ketika anda keluar rumah pasti menemukan anak-anak generasi Milenial. Populasi Milenial sekarang sudah sangat besar di Indonesia. Tidak lama lagi, di Indonesia akan segera berganti generasi, yang secara karakteristik sangat berbeda dengan generasi sebelumnya yaitu generasi X apalagi baby boomer.

Baca juga: Milenial Sindrom FoMO

Salah satu karakteristik menonjol Generasi Milenial yang menjadi salah satu kelebihan mereka adalah Multi Tasking. Mereka bisa mengerjakan beberapa aktivitas dalam satu waktu yang sama. Misalnya:

  • Anak sekolah/mahasiswa: Belajar sambil dengarkan musik, sambil makan dan sambil chatting sama teman-temannya.
  • Karyawan: Bekerja di kantor sambil WA-an, belanja online di market place dan sambil main games.
  • Anak: Sedang dinasehatin sama orangtua atau disuruh orangtua melakukan sesuatu, namun sambil nonton Youtube, lihat instagram, cek status FB, dll.

Begitulah dunia kaum Milenial, yang tidak bisa lepas dari HP dan gadget lainnya. Sebagian besar waktunya digunakan untuk olahraga jari dan jempol, untuk pencet-pencet HP/tablet.

Kalo zaman generasi X dan baby boomer, kalo ada fenomena anak diajak bicara namun sambil main gadget, tidak melihat, tidak tatap muka, terkesan seolah-olah tidak memperhatikan, itu menjadi hal yang sangat tabu dan tidak sopan. Orangtua pasti akan marah kalo mendapati hal seperti itu. Mereka berpikir, “Orang ngomong kok dicuekin, gak diperhatikan, gak direspon..!!”

Namun anak zaman NOW, hal itu menjadi wajar. Bagi mereka kaum Milenial, ngobrol sambil main HP, itu hal yang sangat biasa. Mereka tetap dianggap memperhatikan dan secara normal masih nyambung dan tetap respon. Karena mereka mampu melakukan Multi Tasking.

Kaum Milenial sangat terbiasa main HP dengan melakukan beberapa aktivitas sekaligus. Dengan kecanggihan teknologi HP saat ini, memungkinkan mereka membuka banyak aplikasi dalam satu HP dalam satu waktu. Misalnya, buka HP untuk transaksi mobile banking, namun sambil buka WA, balas chat, buka email, jawab email, buka FB, cek status FB sambil like dan comment serta cek notifikasi dari Shopee dan Tokopedia karena habis belanja online. Itu semua dilakukan dalam satu waktu walaupun buka aplikasinya secara bergantian.

Itulah Multi Tasking. Karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, dilakukan setiap saat, akhirnya Otak ini bisa menyesuaikan diri. Otak Milenial menjadi lebih canggih, bisa berpikir lebih cepat, lebih luas dan lebih produktif. Mereka berpikir lebih praktis dan lebih realistis, tidak terlalu membawa perasaan (= tidak baperan), sehingga mampu mengerjakan banyak aktivitas dalam satu waktu.

Baca juga: Milenial Zaman Now
Baca juga: Loyalitas Generasi Milenial

Salam Perubahan..!!



Categories: Uncategorized

Tags: , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Customer Bukan Beli Barang – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: