Pengeluaran Meningkat di Bulan Ramadhan

Pengeluaran Meningkat di Bulan Ramadhan

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Saya ingin mengajak anda dan keluarga untuk berhitung pengeluaran di bulan Ramadhan ini. Hasilnya kira-kira berkurang atau justru meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya? So, hasilnya gimana..?? Pasti meningkat kan??

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa pengeluaran di bulan puasa malah lebih banyak ketimbang bulan-bulan biasanya. Padahal, logikanya, Anda bisa menekan pengeluaran, terutama untuk makan, minum, atau jajan di luar.

Orang berpuasa normalnya sehari makan hanya dua kali, yaitu makan sahur dan saat berbuka. Dan biasanya, porsi makannya juga berkurang, tidak sebanyak hari biasa ketika tidak puasa.

Faktanya, bulan puasa ini memang bulan yang penuh godaan. Percaya deh, selain rindu moment sahur, menanti bedug maghrib atau ngabuburit bersama rekan-rekan, Anda juga tak sabar mencicipi jajanan untuk berbuka puasa. Sebut saja, ada kolak pisang, sop buah, bubur kampiun, pacar cina, teh manis hingga gorengan. Maka jangan heran kalau pengeluaran lebih banyak di bulan puasa.

Baca juga: PUASA itu SEHAT

Pada hakekatnya, jenis pengeluaran di bulan Ramadhan ini ada 3 macam, yang perlu anda evaluasi. Yuks disimak!!

1. Pengeluaran Wajib

Pengeluaran ini secara hukum syari’at memang harus dikeluarkan. Kalau tidak dikeluarkan, maka anda akan berdosa. Misalnya: Zakat Fitrah dan Zakat Maal bagi yang sudah mencapai Nishab. Sebenarnya kewajiban Zakat Maal bukan di bulan Ramadhan, bisa bulan apa saja, yang penting sudah mencapai haul (1 tahun). Naah… biasanya orang Islam membayarkan di bulan Ramadhan karena dimotivasi oleh PAHALA yang sangat besar

Pengeluaran terkait selanjutnya selain zakat adalah Infaq dan Shodaqoh. Pengeluaran sunnah ini sangat diminati ummat Islam di bulan Ramadhan. Semua orang menjadi lebih dermawan di bulan suci ini. Mereka menjadi gemar berinfaq dan shodaqoh karena dijanjikan dengan balasan dari Allah yang berlipat ganda.

Jenis pengeluaran ini, turut andil meningkatkan jumlah pengeluaran anda di bulan Ramadhan.

2. Pengeluaran Rutin

Pengeluaran ini, sebenarnya juga harus anda keluarkan karena kebutuhan hidup setiap bulan. Namun besar-kecilnya anda bisa mengontrolnya. Misalnya pengeluaran untuk kebutuhan pokok makan dan minum, kosmetik, kebutuhan toiletris dan kebersihan, dll. Cilakanya, harga-harga barang untuk kebutuhan ini selalu lebih mahal di bulan puasa.

Pengeluaran selanjutnya adalah yang sifatnya tagihan bulanan, misalnya sewa/kost rumah, listrik, air, telepon dan yang tidak ketinggalan paket data untuk internet. Namun tingkat pemakaiannya anda bisa mengaturnya. Mungkin juga anda juga harus membayar hutang atau cicilan, misal koperasi, cicilan motor/mobil, cicilan pinjaman online, dll. Hati-hati, jangan sampai terjebak RIBA ya..!!

3. Pengeluaran Extra

Naah, ini dia pengeluaran yang paling besar. Pengeluaran ini biasanya bersifat rutin juga tapi tahunan. Sekali mengeluarkan langsung menguras dompet anda. Pengeluaran apakah itu?

Sebut saja, Pengeluaran untuk MUDIK Lebaran ke kampung halaman. Orang-orang yang tinggal di perkotaan biasanya memanfaatkan moment Lebaran untuk MUDIK. Mereka rindu kampung halaman, rindu berkumpul dengan keluarga yang saling berpisah, saling bermaaf-maafan dan halal bihalal.

Baca juga: Mudik Lebaran 2018

Kebutuhan untuk MUDIK membutuhkan biaya besar, apalagi kalau kampungnya jauh. Misalnya, tiket pesawat/kereta api/bus, sewa kendaraan, BBM dan yang paling besar pengeluaran untuk bagi-bagi angpao lebaran. Biasanya orang kota kalo pulkam selalu bagi-bagi angpao kepada sanak saudara, tetangga dan kerabat di kampungnya.

Pengeluran extra lainnya adalah kebutuhan untuk BUKBER (buka puasa bersama) dengan rekan-rekan. Lihat saja… semua rumah makan penuh setiap sore menjelang maghrib. Penuh dengan bookingan acara BUKBER.

Setiap kantor mengadakan acara BUKBER baik level perusahaan, setiap divisi, dan setiap departemen. Belum lagi acara BUKBER di rumah, di majelis taklim dan komunitas lainnya. Waw… ternyata banyak banget ya..!!

So.. WAJAR kan kalo pengeluaran di bulan Ramadhan meningkat?

Sahabatku, bagaimana anda mengatur pengeluaran itu semua? Mau tidak mau anda harus membuat dan mengendalikan BUDGET-nya. Alokasikan dengan benar sesuai sumber pendapatan yang masuk. Bagi orang kantoran, biasanya sumber utama pemasukan dari Gaji dan THR.

Kontroll pengeluran… jangan jor-joran, jangan kalap. Gunakan sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Jangan sampai anda terjebak, setelah Lebaran, Dompet pun kembali Fitri…

Selamat mencoba!

Baca juga: Mengapa Uang HABIS Terus?

Salam Perubahan..!!



Categories: Bisnis

Tags: , , , , , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Acara BUKBER di Kantor – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  2. Keuangan Keluarga Pasca Lebaran – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: