Jangan Merisaukan Takdir

Jangan Merisaukan Takdir

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Aku sedang berjalan kaki ke depan di sebuah lorong. Di perjalanan saya mendapatkan jalan yang rusak, berlubang, becek dan penuh dengan air. Akhirnya, aku pun berjalan hati-hati, mencari-cari celah jalanan yang tidak berlubang. Terkadang menggunakan pijakan kaki pada sebuah batu, dari batu ke batu, melompat untuk melewati jalan rusak tersebut.

Coba kita slow motion untuk sekelumit cerita di atas. Kita pause sesaat sebelum sampai pada jalan yang rusak. Perhatikan baik-baik..!! Pada moment itu, sebenarnya aku banyak pilihan untuk menghadapi jalan berlubang itu:

  • Aku bisa memilih untuk balik dan mencari jalan lain saja.
  • Aku bisa memilih untuk berjalan menerabas jalan rusak itu. Menapaki jalan berlubang, kaki masuk ke dalam air, dan kotor terkena becek.
  • Aku bisa memilih jalan tengah, jalan selamat dengan mencari celah atau bebatuan untuk pijakan kaki, supaya bisa melewati jalan rusak itu. Dan inilah pilihanku..!!

Dari cerita di atas, sebenarnya saya ingin menggambarkan makna sebuah TAKDIR. Jalan rusak dan berlubang itu adalah sebuah Takdir. Sedangkan bagaimana melewati jalan itu adalah sebuah IKHTIAR kita, dimana banyak pilihan cara yang bisa kita tempuh. Ikhtiar inilah yang akan menentukan NASIB kita selanjutnya.

Berikut ini artikel tulisan pak Nasrullah Baksolahar, yang mengajak kita untuk tidak merisaukan Takdir, karena itu hak Allah dan di luar kendali manusia. Kita dianjurkan berfokus saja pada Ikhtiar sebaik-baiknya, untuk menjemput dan mendapatkan Takdir Allah yang terbaik.

Baca juga: RENCANA Pasti Ketemu TARGET

===========

Bisa Kendalikan, Fokuskan!

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Tak usah risau terhadap takdir, bila iman dan takwa masih di dada. Tak usah risau terhadap takdir bila ikhtiar dan berfikir terus dihidupkan. Karena Allah Maha Membalas dan melipatgandakan kebaikan.

Takdir adalah hak Allah. Ikhtiar dan berfikir adalah hak manusia. Tunaikan saja hak kita maka Allah akan menunaikan haknya. Apa yang diberikan Allah tergantung pada takwa di dada, maka risaukan iman, ikhtiar dan berfikir kita, itulah medan yang dibawah kendali kita. Mengapa merisaukan yang menjadi kekuasaan Allah? Mengapa merisaukan yang bukan kendali kita?

Berharta dan berkuasa, haknya Allah. Masuk surga dan neraka, haknya Allah. Menang dan kalah, haknya Allah. Gagal dan sukses, haknya Allah. Yang kita risaukan apakah syarat dan penyebabnya sudah dilakukan?

Petani memacul, membersihkan rumput, merawat tanaman sesuai karakter tanah dan tumbuhannya. Mencari bibit dan memupuknya. Hasil panennya, serahkan saja pada Allah dengan ketawakalan. Membangun semangat hidup dengan berbagai macam takdir-Nya. Karena hidup bukan menyelaraskan kehendak Allah agar mengikuti kehendak manusia? Hidup adalah menyelaraskan kehendak Manusia kepada kehendak Allah.

Menjadi terkenal dan disanjung, itu haknya Allah. Dihina dan spelekan, itu haknya Allah. Dibantu dan ditopang manusia, itu haknya Allah. Tugas manusia hanya menapaki hidup dengan iman, amal dan keiklasan. Fokus hidup hanya iman, amal dan ikhlas. Setelah itu, apapun yang terjadi serahkan pada Allah. Jangan menuntut Allah, sedang di hati tidak ada iman dan ikhlas. Jangan menuntut Allah, sedang jiwa belum berpeluh dengan amal.

Fokuslah pada apa yang bisa dikendalikan. Jangan terbuang energi pada yang tidak bisa dikendalikan. Diri, jiwa dan hati medan utama yang harus dikendalikan. Caranya, tempalah dengan tarbiyah. Tempalah dengan riyadhah dan kedisiplinan. Diri manusia sebenarnya titik sentral dari semua takdir-takdir yang akan terjadi. Mengapa harus memikirkan takdir?

===========

Baca juga: Mau Jadi JUARA: Berlatihlah!

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Siapa Idola Keluargamu? – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  2. RENUNGAN Ramadhan – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: