Bayar ZAKATnya Nantikan BERKAHnya

Bayar ZAKATnya Nantikan BERKAHnya

Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Sekarang bayangkan, saya atau anda menitipkan harta (katakanlah uang) Rp 10.000.000,- kepada si Fulan A. Pada saat menitipkan, saya atau anda berpesan, “Tolong uang yang Rp 250.000,- dikasihkan kepada Fulan B ya, karena itu haknya dia”.

Dengan berjalannya waktu, kira-kira gimana sikap si Fulan A yang dititipi uang tsb? Kemungkinan ada 2, yaitu:

  • Si Fulan A benar-benar mengeluarkan uang Rp 250.000,- nya kepada si Fulan B sesuai pesan si pemilik harta, yaitu saya atau anda.
  • Si Fulan A TIDAK mengeluarkan uang Rp 250.000,- nya kepada si Fulan B sesuai pesan si pemilik harta, yaitu saya atau anda, tapi malah digunakannya untuk kepentingan pribadi.

Poin pertama, menggambarkan Fulan A memiliki sikap JUJUR dan AMANAH. Ia menjalankan amanah yang diembankan kepadanya. Sedangkan poin kedua, si Fulan A memiliki sikap TIDAK AMANAH. Ia memanfaatkan harta yang dititipkannya seenak dia untuk kepentingan pribadi dan tidak menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

Kira-kira bagaimana respon anda dan saya menghadapi kedua tipe orang di atas? Kepada si Fulan A yang amanah, saya akan semakin percaya dan selanjutnya saya akan sering menitipkan harta kepadanya. Sedangkan kepada Fulan A yang tidak amanah, maka saya menjadi tidak percaya kepadanya, dan pasti malas untuk menitipkan harta kepadanya.

Baca juga: Tujuan Hidup = Tujuan Keuangan

Sahabatku, gambaran di atas untuk menganalogikan bagaimana mindset kita tentang HARTA dan ZAKAT. Harta yang kita miliki, itu sebenarnya secara hakiki milik siapa? Itu milik Allah yang dititipkan kepada kita. Kita diberikan hak untuk mengelolanya untuk kemaslahatan.

Namun, dalam HARTA Kekayaan yang kita miliki itu, terkandung HAK orang lain yaitu kaum dhu’afa termasuk fakir miskin yang menjadi Mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Dan itu WAJIB untuk dikeluarkan sesuai amanah Allah SWT. Hak kaum dhu’afa itu tidak banyak kok, hanya 2,5%, dan Allah SWT menjamin harta tidak akan berkurang karena dikeluarkan zakatnya, justru akan bertambah keberkahannya.

Berikut ini sebagian firman Allah SWT dan Hadits Nabi Saw tentang zakat.

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan (sedekahkan), maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Sabaa’: 39)

Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267).

Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan, serta tidaklah seseorang merendahkan diri di (hadapan) Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya”. (HR Muslim no. 2588).

Sebagaimana anda percaya dan akan sering menitipkan harta kepada Fulan A yang amanah, Allah SWT juga menjamin, bahwa orang yang menunaikan kewajibannya, membayar (mengeluarkan) ZAKAT nya, maka Allah akan menambah kekayaannya, menambah keberkahannya sehingga tidak akan jatuh MISKIN. Tapi justru orang yang gemar Berzakat, Gemar SEDEKAH, akan menjadi orang yang semakin KAYA. Kehidupan keluarganya akan diliputi dengan keberkahan dan kebahagiaan.

  • Berkah tidak pernah sakit
  • Berkah terhindar dari mara bahaya
  • Berkah usahanya berkembang
  • Berkah karirnya di kantor meningkat terus
  • Berkah anak-anaknya menjadi anak shaleh dan sukses
  • Berkah keluarganya menebar manfaat untuk sesama
  • Berkah keluarga menjadi pejuang kebenaran
  • Dan lain-lain

Yuks, tunaikan kewajiban kita di bulan Ramadhan ini. Keluarkan HAK fakir miskin dari harta kita. Bayarkan dan salurkan ZAKAT kita melalui Lembaga Amil Zakat yang amanah supaya lebih efektif pemanfaatannya. Kalau perlu tingkatkan INFAQ dan SEDEKAH kita karena pahalanya akan kembali kepada kita. Tujuannya adalah untuk membersihkan HARTA kita sehingga CLEAR ketika dipertanggungjawabkan di hadapan Allah nanti…

Baca juga: TARBIYAH Dari Rasa LAPAR

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , , , , ,

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: