RENUNGAN Ramadhan

RENUNGAN Ramadhan

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang Allah sebut secara jelas dalam Alqur’an. Sedangkan bulan-bulan yang lain, hanya disebut dengan istilah bulan-bulan haram yaitu Muharram, Rajab, Dzulqaidah, dan Zulhijah. Hal ini menggambarkan betapa tingginya nilai bulan Ramadhan. Betapa pentingnya bulan Ramadhan bagi orang mukmin. Lihat Alqur’an surat Al-Baqarah : 184

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)… (QS 2 : 185)

Makanya bisa dikatakan bahwa Puasa Ramadhan itu merupakan bentuk perayaan umat Islam karena Allah turunkan Al-Quran di bulan Ramadhan.

Di bulan Ramadhan ini, kita perlu mengenang sejarah bagaimana Rasul berdakwah, dan mengajarkan Al-Quran kepada umat manusia waktu itu. Apa yang beliau ajarkan kepada para sahabat di Mekah?

1. Mengenalkan Allah

Bagaimana membangun keyakinan kita kepada Allah SWT?

  • Mengenal keberadaan Allâh, yaitu meyakini bahwa Allâh Pencipta seluruh makhluk dan alam semesta ini benar-benar ADA, walaupun kita tidak pernah bertemu, melihat, mendengar secara langsung.
  • Mengenal keesaan RUBUBIYAH Allâh, yaitu meyakini bahwa hanya Allâh yang mencipta, memiliki, menguasai, dan mengatur seluruh makhluk dan alam semesta. Hanya Allâh yang menghidupkan, mematikan, memberi rizqi, mendatangkan kebaikan, dan mendatangkan bencana.
  • Mengenal keesaan ULUHIYAH Allâh, yaitu meyakini bahwa satu-satunya Zat yang berhak sembah dan diibadahi hanya Allâh Subhanahu wa Ta’ala bukan kepada selain-Nya.
  • Mengenal Asma’ wa Sifat Allâh, yaitu mengimani dan menetapkan seluruh nama-nama Allâh dan sifat-sifat-Nya, yang tersebut di dalam Al-Qur’an dan Sunnah, dengan tanpa menyerupakan dengan makhluk.

Setelah mengenal Allah, selanjutnya bagaimana sikap kita kepada Alloh. Sedekat apa hubungan kita kepada Allah? Sejauh mana kita bergantung pada Alloh? Seberat apa kita berharap kepada Allah? Misalnya, bagaimana sikap kita ketika mendapatkan ujian masalah rezeki?

Baca juga: Jangan Merisaukan Takdir

2. Cara Komunikasi kepada Allah

Bagaimana cara hamba membangun hubungan dan kedekatan dengan Allah? Bagaimana cara kita berkomunikasi kepada Allah? Caranya adalah dengan SHOLAT dan DO’A.

SHOLAT adalah salah satu bentuk Ibadah wajib yang harus dilaksanakan dan ditegakkan oleh orang yang beriman. Bahkan Sholat merupakan batas antara orang yang beriman dan tidak alias kafir. Sedangkan DO’A adalah bentuk komunikasi langsung, bagaimana seorang Hamba berbicara kepada Allah, memohon kepada-Nya untuk dikabulkan segala permintaannya.

Kita tahu, bahwa bacaan dalam Sholat isinya juga Do’a kepada Allah SWT. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Oleh karena tingkatkah selalu kekhusyukan kita dalam Sholat dan Berdoa kepada Allah.

Sejauh mana kita menjadikan ibadah SHOLAT ini sebagai cara berkomunikasi kepada Allah?  Jadi, ada masalah apapun, sholatlah dulu. Mengadu, berdo’a kepada Allah. Bila anda merasa sedih Sholatlah. Bila anda diamuk amarah Sholatlah, dan bila anda ditimpa musibah, Sholatlah. Tak ada aktivitas lain selain Sholat ketika hati gundah gulana. Tak ada obat mujarab selain Sholat. Bermohonlah dan curahkan segenap perasaan yang ada.

“Wahai orang-orang yang Beriman, jadikanlah SABAR dan SHOLAT sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang Sabar”. (QS Al Baqarah : 153)

Baca juga: Jangan KAMUFLASE, Hiduplah Pada Levelmu

3. Bagaimana Allah Berkomunikasi dengan Kita?

Sekarang sebaliknya, bagaimana cara Allah berkomunikasi dengan kita? Caranya adalah dengan Al-qur’an. Jadi Allah turunkan Al-qur’an itu untuk seluruh umat manusia di muka bumi. Sebagaimana disebutkan dalam ayat Qur’an di atas, Alqur’an sebagai Petunjuk bagi manusia.

Al-qur’an adalah kalam Allah. Dengan Al-qur’an, Allah berkomunikasi dengan hamba-Nya. Mengapa begitu?? Coba perhatikan, Allah menyapa, mengajak, memotivasi, menyuruh, melarang, memberitakan, menceritakan, menggambarkan, mengancam, memberi harapan melalui Al-qur’an.

Jadi, sejauh mana kita berinteraksi dengan Al-qur’an dalam sehari? Banyak cara untuk berinteraksi dengan Al-qur’an, misalnya tilawah, baca terjemah, baca tafsir, taddabur, mengkaji, menghafal, mengajarkan, mengamalkan, dan membelanya. Sudahkan kita mengimplementasikan Al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari?

Pada bulan Ramadhan ini, yang penting bukan berapa kali kita khatam Al-qur’an, berapa ayat dihafal? Tapi berapa lama kita bersama Qur’an? Seberapa intens kedekatan kita dengan Qur’an? Coba bandingkan!! Berapa lama kita bersama HP/gadget setiap hari? Jangan sampai kita termsk golongan orang yang mengabaikan Qur’an.

Astaghfirullahal ‘adhiim…

Baca juga: Titik Awal Kesadaran Diri

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , , , ,

3 replies

Trackbacks

  1. Acara BUKBER di Kantor – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  2. MENANGISLAH…!! – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  3. Muhasabah Pasca Ramadhan – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: