Hari Raya Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Pagi ini saya bersama keluarga bergegas menuju alun-alun Kutoarjo untuk melaksanakan sholat Idul Fitri bersama umat Islam lainnya. Mengenakan pakaian rapi, baju koko baru, dengan aroma parfum yang semerbak wangi.

Kita tahu, umat muslim di seluruh dunia termasuk di Indonesia merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440H. Hari raya merupakan hari kemenangan umat Islam, setelah sebulan penuh menjalankan puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah lainnya. Akhirnya kini tiba di hari penuh kemenangan yang di nanti-nantikan yaitu Idul Fitri.

Hari raya Idul Fitri ditandai dengan sholat Id, dimana umat Islam berbondong-bondong menuju masjid atau lapangan untuk menunaikan sholat Id berjamaah. Selepas sholat Id, mereka saling bersilaturahim dan bermaafan sehingga menjadikan hari raya Idul Fitri benar-benar memberikan makna Fitri alias kesucian.

Selama bulan Ramadhan, orang-orang beriman berharap pahala, ampunan dan rahmat dari Allah SWT sehingga dosa-dosa kecilnya selama setahun sebelumnya dapat diampuni Allah. Hal ini merupakan bentuk pengejawantahan hablu minallah (hubungan dengan Allah) secara vertikal. Mereka pun saling meminta maaf kepada sesama manusia sebagai bentuk hablu minannas (hubungan dengan manusia) secara horisontal.

Ada yang dikenal dengan budaya sungkem, yaitu bersalaman atau meminta maaf dengan cara duduk dilantai sedangkan orang tua duduk di kursi, seperti yang disaksikan dalam budaya Jawa. Tentu saja yang demikian ini sah-sah saja selagi tidak diliputi oleh adanya mitos atau asumsi, anggapan sebagai praktek kultus penyembahan kepada orang tersebut.

Umat Islam di kota-kota beramai-ramai MUDIK ke kampung halaman masing-masing. Akibatnya jalanan penuh dengan kemacetan. Mereka rela bercapek-capek ria, hanya dengan tujuan bisa berkumpul dengan keluarga, sanak saudara dan handai taulan, untuk bersilaturahim dan saling bermaafan, selain untuk melepas kerinduan bagi keluarga yang saling berpencar.

Baca juga: Mudik Lebaran 2018

Beragam cara umat Islam menyatakan kemaafan dan ucapan lebaran kepada sesama.

  • Ziarah dan Sungkem sebagai perwujudan meminta maaf seseorang kepada orang tua yang diliputi tingginya rasa hormat.
  • Halal Bihalal, yang sudah menjadi budaya khas Indonesia yang sering dilaksanakan di desa-desa, kantor-kantor, perusahaan, dan sekolah-sekolah sekaligus sebagai ajang reuni alumninya.
  • Saling berkirim kartu ucapan selamat hari raya dan minta maaf kepada teman atau kerabat. Namun sekarang menjadi tidak lazim, karena sudah tergantikan dengan WhatsApp. Dengan sekali enter broadcast ke grup-grup WA, semua teman-temannya sudah mendapatkan ucapan tsb.
  • Adapun ungkapan yang sering digunakan adalah minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin, taqqobalallohu minna waminkum. Ada juga yang saling bersalaman sambil berucap “Kosong-Kosong”, artinya saling memaafkan satu sama lain.

Intinya, di hari raya, hari yang penuh kemenangan ini kita kembali ke fitrah untuk saling memaafkan dan bersilaturrahim satu dengan yang lain. Asal jangan sampai dompet juga kembali fitri…

Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440H, Mohon maaf lahir dan batin!

Baca juga: Minta Maaf atau Memaafkan?

Salam Perubahan..!!



Categories: Personal

Tags: , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Minta MAAF Mudah Di Saat Lebaran – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: