Minta MAAF Mudah Di Saat Lebaran

Minta MAAF Mudah Di Saat Lebaran

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Di moment Lebaran Idul Fitri kemarin, semua orang berbondong-bondong mudik ke kampung halaman. Memanfaatkan libur panjang dan Cuti Lebaran, mereka rela merogoh kocek tabungan dan THR untuk pulang kampung. Semua itu didorong oleh keinginan untuk REUNI dan silaturahim dengan keluarga yang lama tidak bertemu. Kampung halaman sebagai tempat untuk berkumpul bersama keluarga, sambil berhalal bihalal alias bermaaf-maafan.

Baca juga: REUNI

Setiap anggota keluarga saling bermaafan. Bahkan kepada tetangga, teman, saudara dan handai taulan, baik yang dikenal maupun yang dilupa, mereka dengan MUDAH-nya “Minta Maaf” atas segala kesalahannya. Setiap berpapasan dengan orang selalu bersalaman, sambil mengucapkan “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin atau kosong-kosong alias saling tidak punya salah”

Baca juga: Hari Raya Idul Fitri

Ternyata orang sangat mudah untuk Minta Maaf dan Memaafkan di saat Lebaran Idul Fitri. Terlepas apakah permintaan maafnya tulus dari hati atau kagak. Hanya dia dan Allah yang tahu. Terlepas apakah itu sudah menjadi budaya Lebaran atau memang dilandasi karena ingin menyucikan diri dari dosa kepada Allah dan dari kesalahan terhadap orang lain. Allohu a’lam…

Pertanyaannya, kalo di luar waktu Lebaran, apakah setiap orang akan mudah untuk minta maaf kepada orang lain..?? Bagaimana dengan anda? Kalo anda berbuat sesuatu terhadap orang lain, kemudian disalahkan oleh orang itu, apakah anda rela mengakui kesalahan? Apakah anda langsung minta maaf? Atau justru mencari-cari alasan pembenaran diri dan kambing hitam..??

Saya yakin, jawabannya akan terbalik. Kebanyakan orang akan SULIT untuk Minta Maaf kepada orang lain atas kesalahannya. Mengapa bisa begitu?

  • Setiap manusia secara internal memiliki mekanisme pertahanan diri untuk survive dan merasa selalu benar, yaitu EGO. EGO akan selalu melindungi diri dari rasa malu, bersalah, terhina, tersakiti, dll. Sayangnya, tidak memilah antara benar dan salah. Akhirnya dibuatlah 1000 macam alasan dan pembenaran diri.
  • Orang yang minta maaf berada dalam kondisi uncertainty, karena kontrol ada di orang lain bukan pada dirinya. Apakah dia benar-benar memaafkan atau tidak, kita tidak tahu. Dalam kondisi ketidakpastian, orang cenderung merasa galau.

Sahabatku, memaafkan itu sangat mulia, tetapi meminta maaf itu Kesatria. Jadi, janganlah merasa ragu, sungkan atau berat untuk Minta Maaf atas kesalahan yang anda perbuat kepada orang lain. Kendalikanlah EGO mu, agar selalu berada dalam kebenaran, sehingga berani mengakui kesalahan. Berani untuk mengungkapkan penyesalan dan berani untuk meminta maaf. Maka hidup anda akan lebih happy. Cobalah..!!

Baca juga: Minta Maaf atau Memaafkan ?

Salam Perubahan..!!



Categories: Personal

Tags: , , , , , , , , ,

2 replies

Trackbacks

  1. Kesalahan Dalam Minta MAAF – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  2. Cemoohan, Upgrading Diri – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: