Keuangan Keluarga Pasca Lebaran

Keuangan Keluarga Pasca Lebaran

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Idul Fitri baru saja berlalu. Bagi anda yang masih memiliki keluarga di kampung halaman pasti mudik kan? Sama kalo gitu.. aku pun mudik ke kampung Tunggulrejo di kabupaten Purworejo. Mungkin banyak kisah yang bisa diceritakan dari perjalanan mudik, baik itu cerita gembira, sedih, menegangkan, menyebalkan, membahagiakan, dll.

Upps…, apa hubungannya mudik dengan Pengelolaan Keuangan Keluarga? Ya silahkan dihubungkan saja, ntar juga ketemu deh..!!

Begini..!! Idul Fitri, kita berharap dosa dan kekhilafan kita diampuni oleh Alloh SWT. Kesalahan kita kepada teman dan sanak saudara juga sudah lebur dengan saling bermaafan. Itu makanya dikatakan bahwa “Idul Fitri, jiwa kita kembali fitri”. Namun jangan sampai gara-gara Idul Fitri dan MUDIK, “dompet kita ikut-ikutan kembali fitri” juga. Apakah demikian..?? Hahaha..!!

Banyak yang merasakan demikian, terutama para karyawan yang bergaji tetap. Banyak dari mereka yang habis lebaran nyeletuk, “berhematlah, Gajian masih lama”.. Di dompet sisa uang receh kembalian bensin atau tiket mudik.

Apakah kondisi seperti itu terjadi rutin setiap tahun? Ayoo jawab dengan jujur! Kalo iya, berarti anda perlu belajar pengelolaan keuangan keluarga yang baik.

Keuangan sudah mepet alias pas-pasan, udah gitu dikelola dengan asal-asalan. Maka terjadilah kondisi di atas. Jangan pake teori yang njelimet seperti dalam ilmu Manajemen Keuangan, kita pake ilmu sederhana yang mudah aja dalam mengelola keuangan keluarga. Apa yang harus anda perhatikan dan lakukan supaya Keuangan Keluarga tidak morat-marit? Lakukan 3 hal berikut:

1. Planning

Kita harus membuat Perencanaan keuangan keluarga baik pendapatan terlebih lagi pengeluaran. Kalo untuk pengeluaran-pengeluaran rutin dan wajib, saya yakin anda sudah membuat perencanaan walaupun hanya di kepala saja. Namun untuk pengeluaran penting jangka panjang, banyak orang yang terlupakan. Akhirnya, jika saatnya tiba nanti, dana pun tidak siap dan kelabakan cari uang kesana kemari. Misalnya:

  • kebutuhan mudik dan kumpul keluarga
  • kebutuhan anak sekolah dan kuliah
  • kebutuhan beli kendaraan (motor/mobil), rumah dan perabotan rumah tangga
  • kebutuhan spiritual – umroh dan haji
  • kebutuhan dana darurat
  • kebutuhan jangka panjang lainnya

Baca juga: Pengeluaran Meningkat di Bulan Ramadhan

2. Disiplin

Setelah merencanakan keuangan keluarga anda, selanjutnya anda harus berkomitmen untuk bisa Disiplin menjalankan rencananya. Buatlah skala Prioritas dengan tetap berfokus pada rencana keuangan anda. Ketatlah untuk pengeluaran yang sifatnya boleh IYA dan boleh TIDAK. Lihatlah sejauh mana tingkat kepentingannya. (Penting =  dibutuhkan sekarang untuk memberi manfaat di masa depan).

Baca juga: Menentukan Apa Yang Penting Dalam Hidup

3. Controll

Maksudnya Kontrol di sini adalah, kita harus sering melakukan evaluasi atas pengelolaan keuangan keluarga. Seringkali rencana dibuat, namun pada realisasinya tetap aja kagak disiplin. Banyak pengeluaran yang di luar rencana. Tidak sedikit pengeluran yang tidak penting dan tidak mendesak tapi anda lakukan.

Oleh karena itu, penting anda lakukan evaluasi rutin, untuk mengontrol kondisi keuangan keluarga…

Yuks kita coba 3 hal simpel di atas, agar kondisi keuangan kita tidak selalu morat-marit. Rasakan perubahannya…

Baca juga: Keuangan Keluarga Bocor Halus

Salam Perubahan..!!



Categories: Bisnis

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: