Menelisik Amalan Kita

Menelisik Amalan Kita

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Mumpung masih di bulan Syawal, tak ada salahnya kita untuk melakukan Muhasabah Pasca Ramadhan. Jujurlah kepada diri sendiri, karena manfaatnya akan kembali pada diri kita sendiri. Muhasabah ini sangat penting, untuk menggugah kesadaran dan perbaikan diri.

Silahkan ambil posisi duduk bersila. Lakukan setelah selesai dzikir ba’da sholat, lebih bagus ba’da sholat Tahajud karena suasana lebih hening. Rilekskan tubuh senyaman mungkin. Tarik nafas dalam-dalam, dan lepaskan perlahan-lahan. Mulailah bayangkan dan tanyakan, siapa diri anda sebenarnya. Setelah itu renungkan hal-hal berikut:

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin sholat lail (taraweh) dan tahajud, tapi kenapa di luar Ramadhan menjadi malas dan berat untuk bangun sepertiga malam untuk menunaikan sholat malam?

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin sholat 5 waktu berjama’ah di masjid (berarti tepat waktu), tapi kenapa sekarang selepas Ramadhan jadi suka menunda-nunda sholat dan malas sholat berjama’ah di masjid?

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin melakukan shalat sunnah rawatib dan dhuha, tapi mengapa kini sholat-sholat sunnah itu kita tinggalkan?

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin baca (Tilawah) Alqur’an alias mengaji, tapi mengapa sekarang gak pernah lagi pegang, buka dan baca Alqur’an lagi? Bagaimana mau memperbaiki bacaan Alqur’an (tahsin) atau menghafalnya (tahfidz)? Berapa lama kita berinteraksi dengan Alqur’an dalam sehari? 

Kalo di bulan Ramadhan kita selalu berpuasa sebulan penuh, tapi mengapa sekarang berat sekali untuk melakukan puasa sunnah? Bisa puasa sunnah Senin-Kamis, ayyamul bidh, puasa Daud, dll.

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin berbagi, bersedekah dan berinfaq di jalan Allah, tapi mengapa di luar Ramadhan kita menjadi pribadi yang sangat kikir dan pelit untuk berbagi? Bukankah rezeki itu dari Allah?

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin menjaga hawa nafsu, nafsu bicara, nafsu makan, nafsu seks, nafsu marah, dll, tapi kenapa sekarang sulit untuk menahan hawa nafsu? Ucapan dari mulut kita tak terjaga, kasar, menyakitkan, dan selalu bergunjing menjelekkan orang lain?

Kalo di bulan Ramadhan kita selalu berbuat JUJUR dan AMANAH, tapi kenapa sekarang pekerjaannya selalu berbohong untuk kepentingan dirinya sendiri? Tak segan-segan untuk memfitnah dan menyikut orang lain demi ambisi pribadinya tercapai?

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin berdzikir dan berdo’a khusyu’ setiap habis sholat 5 waktu, tapi kenapa sekarang selesai sholat langsung jalan, langsung pegang HP, langsung ngobrol, dll. Mulut serasa terkunci untuk selalu berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT?

Kalo di bulan Ramadhan kita rajin menghadiri kajian dan taklim, nonton ceramah ustadz di Youtube, tapi mengapa sekarang kita tidak lagi melakukannya? Setiap saat quota habis hanya untuk online dan nonton Youtube tentang dunia yang glamour dan hedonisme?

Sahabatku, Yuks kita lembutkan hati, pancarkan nurani, positifkan pikiran, haluskan perasaan, serta kuatkan keyakinan agar Fitrah kita selalu sensitif, sehingga senantiasa ingin berbuat kebaikan. Bisa membedakan antara yang haq dan batil, yang afdhal dan biasa, yang bermanfaat dan mubazir.

Baca juga: Titik Awal Kesadaran Diri

Salam Perubahan..!!



Categories: Personal

Tags: , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Dekatilah Allah – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: