Cemoohan, Upgrading Diri

Cemoohan, Upgrading Diri

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Berikut ini artikel menarik tulisan dari pak Nasrulloh, sangat menyadarkan dan menginspirasi kita untuk senantiasa meng-upgrade diri. Beliau mengajak kita untuk legowo mendengarkan kritikan, masukan bahkan cemoohan orang lain kepada kita. Jadikan itu semua sebagai sarana untuk Upgrading Diri. Yuks disimak..!!

Baca juga: Minta MAAF Mudah Di Saat Lebaran

===========

Oleh: Nasruloh Baksolahar

Fokus saja berkarya. Dengarkan kritikan, solusi, masukan, saran, cemohon dan hinaan dengan dada yang lapang. Jangan menghantam apa pun komentar orang lain. Dengarkan dengan seksama. Buka pikiran seluasnya. Jangan membuat dinding pembatas. Biarkan dia masuk ke relung jiwa tanpa halangan.

Apa sih sulitnya mendengarkan? Apa sih sulitnya membiarkan orang lain berbicara? Jangan memotong orang lain berbicara. Anggaplah kita pemain bola yang dikomentari oleh jutaan pemirsa. Kita terus bermain bola. Sang komentator sekelas dunia yang ada di TV pun tidak bisa mempengaruhi suasana jiwa dan fokus permainan di lapangan.

Bila ada sakit hati, tersinggung dan ingin menyerang balik, tandanya EGO masih tinggi. EGO merasa paling baik, paling berilmu, tak memiliki cacat dan kelemahan. Bisa jadi sombong sudah merasuk, bangga sudah menjangkit, rasa hebat sudah mewabah di jiwa. Tandanya, diri sedang sakit. Hati sedang kotor dan rusak.

Ocehan dan cemoohan, jadikan sebagai cermin. Jadikan sarana intropeksi diri. Jadikan sarana melihat diri. Siapa kita? Orang besar fokus pada karyanya. Tak pernah terganggu dengan perkataan dan berisiknya orang lain. Jiwanya tak pernah tergores apa lagi luka. Tidak juga membungkamnya. Karena ocehan orang lain yang menyakitkan, bisa jadi itulah kita yang sebenarnya. Itulah cermin diri yang sebenarnya.

Imam Hasan Al Bashri, justru mendoakan kebaikan pada orang yang mencemoohnya. Dengan alasan, para pengkritik sudah menghapus dosanya, sudah menyadarkannya. Maka balaslah dengan kebaikan pula? Mengapa harus diserang balik? Itu cara berfikir ulama salaf. Bila sikap berbeda dengannya, lihatlah betapa jauh kualitas kita?

Mari membuka lembar perjalanan para Nabi dan Rasul? Siapa yang mencemoohnya? Siapa yang memujinya? Cerita apa yang sering ditonjolkan? Cerita cemoohan justru lebih sering ditonjolkan dan paling sering diceritakan. Untuk apa? Itulah jalan orang besar. Menguji kebersihan hati justru dengan kritikan dan cemoohan.

Yang mencemoohnya para Nabi dan Rasul adalah manusia. Yang memujinya, hanya Allah. Lalu mengapa kita terbalik? Tak peduli dengan penilaian Allah, tetapi mengharapkan sanjungan manusia? Menangkapi para pengkritik. Memenjarakan yang berbeda. Memperkarakan mereka yang berbeda. Berciri apakah pemimpin seperti ini?

Demokrasi itu hanya tegak pada manusia yang berjiwa lapang. Demokrasi itu tumbuh di hati yang bersih. Kediktatoran dan pembungkam demokrasi itu muncul dari hati yang rusak dan berpenyakit. Di tangan orang berimanlah demokrasi akan berkembang dan tumbuh. Namun mengapa kita memilih pemimpin yang berhati rusak?

Kita sering melihat diri dengan kacamata EGO diri. Melihat diri dari sudut hawa nafsu kita sendiri. Untuk memperbaikinya, Allah mengirimkan para pengeritik dan pencemooh untuk menelanjangi diri kita. Itulah sekenario Allah yang lembut untuk mendongkrak kualitas kita. Sadarkah? Justru sakit hati?

===========

Sahabatku, Arahkan EGO mu, agar selalu berada dalam kebenaran. Kuasai EGO mu, agar mampu mengakui kesalahan. Kendalikanlah EGO mu, agar mau menerima kekurangan dan kelemahan. Genggam EGO mu, agar legowo menerima kritikan, masukan, hinaan dan cemoohan. Kalo tidak, EGO-mu akan selalu melindungi diri dari rasa malu, bersalah, terhina, tersakiti, dll…, namun, tidak memilah antara benar dan salah.

Baca juga: Pertempuran Dalam Diri

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Hukum Datang Dan Pergi – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: