Life is Like a Wheel

Life is Like a Wheel

OlehSugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Kembali saya angkat artikel menarik tulisan pak Nasrulloh, sangat menyadarkan dan menginspirasi kita untuk memahami hakikat kehidupan. Beliau menggambarkan bahwa roda kehidupan selalu berputar. Sejarah perjalanan hidup manusia selalu dipergilirkan, datang dan pergi, silih berganti. Yuks disimak..!!

Baca juga: Roda Kehidupan Berputar

===========

Hukum Datang-Pergi
Olah: Nasruloh Baksolahar

Dunia, semua datang dan pergi. Menikmati dunia hanya untuk menciptakan ketentraman akhirat. Datang dan pergi. Ada yang datang, ada yang pergi. Ada yang dilahirkan, ada yang diwafatkan. Begitulah fenomena harian yang seluruh dipertontonkan Allah. Apakah hati menangkap fenomena ini?

Hidup ini hanya dipergilirkan. Ada yang dipergilirkan berharta ada yang dipergilirkan miskin. Ada yang dipergilirkan berkuasa, ada yang dipergilirkan beroposisi. Ada yang dipergilirkan sehat, Ada yang dipergilirkan sakit. Pergiliran itu berlaku bagi setiap manusia. Bisakah menikmati pergiliran ini? Bisakah ridha dengan pergiliran ini?

Sehat dan sakit selalu dipergilirkan. Senang dan sedih selalu datang dan pergi. Lapang dan sempit selalu berputar. Agar kehidupan terus berjalan, memang harus ada perguliran. Untuk tiba di tujuan memang harus ada perputaran. Berputar agar tiba di pulau impian.

Perputaran roda kehidupan, membuat kehidupan selalu terbarukan. Perputaran roda agar setiap orang merasakan hal yang sama. Menjadi sehati dan sejiwa. Menjadi satu penanggungan. Mau saling memikul beban.

Jika seluruh rangkaian kehidupan semesta ini hanya sebuah perputaran, apa yang dilakukan? Apa yang dipikirkan? Saat berkuasa, ingatlah saat menjadi rakyat jelata. Saat sehat, ingatlah saat sakit. Saat senang, ingatlah saat sedih. Saat sukses, ingatlah saat gagal. Saat hidup, ingatlah saat mati. Berfikir dan bertindaklah secara berkebalikan. Berpikir dan bertindaklah dengan mindset berlawanan. Itulah seni menjaga kesehatan jiwa dan hati.

Didiklah jiwa dengan yang berkebalikan. Didikalah hati dengan yang berlawanan. Itulah cara mengerem sesuatu yang melampui batas. Itulah cara mendidik jiwa yang terlenakan.

Datang dan pergi. Pergiliran dan perputaran. Itulah hukum abadi di jagat raya ini. Berjuanglah saat dibawah. Waspadalah saat di atas.

===========

Baca juga: Cemoohan, Upgrading Diri

Saat anda berada di atas, ingatlah yang di bawah. Ketika anda sedang BERJAYA, berpikirlah dan ingatlah masa-masa anda berjuang, berdarah-darah, bersusah payah, berikhtiar untuk mengejar Impian dan Cita-Cita. Dengan begitu, anda akan selalu tawadhu dan bersyukur.

Saat anda berada di bawah, ingatlah yang di atas. Ketika anda sedang TERPURUK, berpikirlah dan ingatlah roda akan berputar ke atas. Ingatlah masa-masa anda berkecukupan. Dengan begitu anda dapat berintrospeksi dan memotivasi diri kembali untuk menggapai Impian.

Jadikanlah setiap moment perputaran sejarah hidup anda sebagai sarana untuk mendidik hati dan jiwa agar selalu sehat. Menguatkan tekad dan motivasi hidup serta mematangkan pribadi anda…

Baca juga: Daya Ungkit Dalam Kehidupan

Salam Perubahan..!!



Categories: Personal

Tags: , , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Tembang Lir-ilir Sunan Kalijaga – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: