Tembang Lir-ilir Sunan Kalijaga

Tembang Lir-ilir Sunan Kalijaga

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560)

Masih ada yang ingat atau hafal tembang Lir-ilir? Kalo anda hafal dan bisa menyanyikannya, ketahuan deh… anda masuk generasi pra milenial alias kolonial… Zaman dulu, lagu Jawa ini sangat populer dinyanyikan sebagai tembang dolanan di kalangan anak-anak dan masyarakat. Syair dan lagunya indah, enak didengarkan. Tak jarang tembang ini juga dijadikan lantunan seorang ibu yang tengah ‘meninabobokan’ bayinya agar cepat tertidur.

Tahukah anda, siapa pencipta lagu Lir-ilir ini? Tembang ini diciptakan oleh Raden Said atau Sunan Kalijaga sebagai bagian dari media dakwahnya. Meski berbahasa Jawa namun tembang Lir-ilir menyimpan peranan penting dalam penyebaran Islam di tanah air. Tembang ini sarat akan makna dan filosofi bagi kehidupan masyarakat untuk mendekat kepada Allah SWT. Yuks, kita simak lirik lagunya:

Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, Bocah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno, kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro, kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono, jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak… “Iyo”

Terjemahan dan Makna Tembang Lir-ilir

Bangunlah, bangunlah
Bangkitlah dan sadarlah dari keterpurukan.

Tanaman sudah bersemi
Agama Islam telah tumbuh dan berkembang.

Demikian menghijau, bagaikan gairah pengantin baru
Ajarannya sangat menyejukkan jiwa, bagaikan meraih kebahagiaan lahir dan bathin.

Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan (pohon) belimbing itu
Para penguasa, para pemimpin, ambillah (gunakanlah) ajaran Islam itu.

Biar licin dan susah tetaplah panjatkan, untuk mencuci pakaianmu
Walau susah dan banyak rintangan, tetaplaj Imani dan yakini, untuk membersihkan kotoran yang melekat pada jiwamu.

Pakaianmu-pakaianmu terkoyak di bagian samping
Keimananmu, Keyakinanmu, Ketaqwaanmu telah luntur/pudar dan rusak di beberapa bagian.

Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Perbaikilah, sucikanlah dengan berdzikir dan mengaji, sebagai bekal di saat menjelang ajal/ menghadap Allah SWT.

Selagi rembulan bersinar terang, selagi banyak waktu luang
Selagi kamu masih hidup, mampu dan sehat jiwa raga. Selagi masih terbuka hidayah dan kesempatan bertaubat.

Ayo bersoraklah… Sorak “IYA”
Dan jawablah seruan Allah dengan Keimanan penuh.

Baca juga: Dekatilah Allah

Filosofi Tembang Lir-ilir

Lir ilir yang artinya ngelilir (bangunlah), bangunlah atau bisa diartikan sebagai sadarlah. Sebagai umat Islam, kita diminta bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh ALLAH SWT dalam diri kita.

Keimanan yang dalam hal ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan menghijau. Pilihan ada pada kita, mau tetap tidur..?? Berarti kita membiarkan tanaman iman mati. Atau segera bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut bersemi dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Cah angon maksudnya adalah Pemimpin yang mampu membawa makmum/pengikutnya menuju jalan yang benar. Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing dimana buahnya memiliki gerigi lima buah yang digambarkan lima Rukun Islam. Meskipun licin dan susah namun umat Islam harus tetap memanjatnya untuk menjalankan Rukun Islam dengan benar.

Pakaian yang terkoyak melambangkan keimanan dan ketaqwaan yang mulai luntur. Kita diminta untuk selalu memperbaiki keimanan agar kelak siap ketika dipanggil menghadap Allah SWT. Lakukanlah, perbaikilah… selagi kita masih hidup, masih sehat  dan masih mempunyai banyak waktu luang. Bertaubatlah! Perbanyaklah bekal untuk persiapan menghadap Allah SWT.

Baca juga: Life is Like a Wheel

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , , , , ,

3 replies

Trackbacks

  1. Manual Book Kehidupan – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  2. Berwudhu Sambil Bicara – Sugibisnis – Pusat Inspirasi
  3. Tempe Lebih Bahaya Dibanding Daging Kambing – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: