Kisah Kurban: Totalitas Keimanan

Kisah Kurban: Totalitas Keimanan

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560) – 0811417144

Alkisah, ada pasangan suami-istri, sudah cukup lama berkeluarga tapi tak kunjung mendapatkan anak. Usia sudah semakin tua, tapi buah hati yang diidam-idamkan belum juga kelihatan tanda-tandanya. Dengan totalitas ketaqwaan kepada Allah, mereka pun tidak pernah berputus asa kepada Allah SWT, untuk mendapatkan keturunan. Dan setiap saat selalu berdo’a kepada Allah agar diberikan keturunan yang shaleh, dikaruniai anak yang shaleh.

Apabila anda sebagai pasangan suami-istri itu, bagaimana rasa GALAU dalam diri anda???

Sampai saatnya, setelah usia mereka agak tua, sang istri pun hamil. Do’a mereka diijabah oleh Allah SWT. Suami-istri itu merasa sangat gembira dan bahagia, setelah sekian lama menunggu buah hati, akhirnya berhasil juga. Mereka pun senantiasa beryukur dan semakin meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

Apabila anda sebagai pasangan suami-istri itu, bagaimana rasa BAHAGIA dalam diri anda???

Tibalah saatnya sang jabang bayi mungil lahir dari kandungan istrinya. Ternyata bayinya laki-laki, sangat montok dan lucu. Disambutlah sang bayi dengan perasaan suka cita. Namun, setelah itu, sang ayah bayi itu mendapatkan bisikan perintah dari Allah untuk meninggalkan bayi dan ibunya di tengah-tengah padang pasir. Dengan perasaan berat hati dan sedih, sang ayah pun meninggalkan mereka berdua di padang pasir, demi memenuhi perintah Allah SWT. Ditinggalkan di tempat yang tandus, tidak ada air, tidak ada makanan.

Apabila anda sebagai pasangan suami-istri itu, bagaimana rasa SEDIH dalam diri anda???

Setelah melewati ujian dan tantangan berat, dengan penuh perjuangan hidup-mati, sang ibu berusaha untuk menghidupi bayinya di tengah padang pasir. Air susunya mulai berkurang. Namun ia yakin kepada Allah, kalau kepergian suami karena perintah Allah, maka Allah tidak akan menelantarkan hidup diri dan bayinya. Maka sang ibu pun lari-lari kesana-kemari mencari air dan makanan. Tak terasa sampai 7 kali berlari-lari dari bukit satu ke bukit yang lainnya. Atas kuasa Allah, justru air memancar keluar dari dalam pasir dari hentakan kaki sang bayi.

Apabila anda sebagai ibu dari bayi itu, bagaimana rasa pedihnya PERJUANGAN dalam diri anda???

Baca juga: Selembar Kertas Putih

Akhirnya mereka pun berkumpul kembali dengan sang ayah. Hidup menjadi keluarga yang bahagia. Hidup dengan berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sang anak mendapatkan pola asuh dan didikan yang sebaik-baiknya dari orangtua. Sang anak tumbuh menjadi anak shaleh yang Hebat. Anak yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Anak yang berakhlak mulia dan berbakti kepada kedua oragtua.

Sang anak benar-benar menjadi buah hati orangtuanya. Anak yang menjadi penyejuk hati kedua orangtuanya. Anak yang membanggakan orantua. Anak yang akan menjadi penerus trah orangtua. Mereka selalu hidup bersama, senantiasa bercengkerama, berinteraksi dengan baik, saling mencintai dan menyayangi dan selalu bergairah dalam beribadah kepada Allah.

Hingga suatu saat, ketika usia sang anak sedang tumbuh dan berkembang, sedang lucu-lucunya, sedang menyenangkan hati orangtua, sedang bercengkerama dan bermain-main dengan orangtua, tiba-tiba sang ayah mendapatkan perintah mengejutkan dari Allah SWT. Sebuah perintah yang tidak masuk akal dalam tataran logika normal. Namun, karena perintah itu datang berulang-ulang lewat mimpinya, maka sang ayah akhirnya YAKIN, bahwa itu benar-benar perintah Allah. Apa perintah itu?? Sang ayah disuruh untuk menyembelih anak tercintanya.

Apabila anda sebagai sang ayah, bagaimana rasa TIDAK PERCAYA dan SEDIH dalam diri anda???

Setelah berkomunikasi dengan penuh cinta kepada anaknya, sang anak pun menyambut perintah Allah itu dengan yakin, ikhlas dan penuh kesabaran. Akhirnya sang ayah pun melaksanakan perintah Allah tsb. Sang anak direbahkan, dengan penuh keyakinan, sebilah pisau tajam disembelihkan ke leher sang anak. Atas kehendak Allah, sang anak yang disembelih pun diganti menjadi seekor Gibas…

Sahabatku, saya yakin anda semua tahu, kisah siapa sepenggal cerita di atas? Iya benar… Kisah nabi Ibrahim, Siti Hajar dan nabi Ismail. Kisah tersebut tergambar dalam Alqur’an (baca QS Ash-Shaffat (37) ayat 102).

Kalau kita bayangkan, betapa mengaduk-aduk perasaan kisah nabi Ibrahim di atas di setiap etape kehidupannya. Kebayang gak…, kira-kira suasana dialog, diskusi dan perdebatan antara nabi Ibrahim dan istrinya di padang pasir? Dialog antara Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail saat menerima perintah untuk menyembelih Ismail? Perasaan GEMBIRA, GALAU, SEDIH, GAK PERCAYA, TIDAK YAKIN, PENDERITAAN, PERJUANGAN… semua menyatu dalam diri mereka.

Itulah makna KEYAKINAN, KEIMANAN, PENGURBANAN, KEPASRAHAN dan KESABARAN. Manusia harus siap berkurban apa saja yang dimilikinya, apa pun yang dicintainya, kalau itu dalam rangka memenuhi perintah Allah SWT.

SUDAHKAH KITA BERQURBAN di lebaran Idul Adha tahun ini???

Baca juga: Manual Book Kehidupan

Salam Perubahan..!!



Categories: Siroh

Tags: , , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Cara Memasak DAGING Non KOLESTEROL – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: