Pemain dan Pengamat Bola Pintar Mana?

Pemain dan Pengamat Bola Pintar Mana?

Oleh: Sugibisnis (Owner Black Garlic 560) – 0811417144

Anda pernah nonton pertandingan sepak bola kan? Ketika anda nonton bola, saya yakin, dalam pikiran anda sering berlagak sebagai pengamat atau komentator sepak bola. Anda sering berkomentar terhadap permainan bola, ingin memperbaikinya, mengarahkan, dan kadang mencercanya, menyalahkan, dll. Iya kan??

Kalo ditanyakan, Pemain dengan Pengamat bola pinter mana? Apa jawaban anda? Sudah pasti pinter pengamat kan?

  • Pengamat bola bisa berkomentar sepanjang pertandingan bola
  • Mengkritisi strategi permainan tim
  • Menilai performance setiap pemain
  • Memberikan komentar dan saran bagaimana seharusnya tim bermain
  • Memprediksi hasil akhir atau score pertandingan

Mengapa bisa begitu???

Itu karena Pengamat bola memiliki perspektif atau sudut pandang yang sangat jelas terhadap permainan bola yang berlangsung, baik perspektif terhadap setiap pemain maupun terhadap gaya dan strategi permainannya. Sedangkan pemain langsung terlibat dalam permainan. Pemain berjibaku dengan bola dan lawan, kadang merasakan jalan buntu, bingung mau pake strategi mana, dan ujung-ujungnya kalah.

  • Pemain: secara fisik dan emosional terlibat dalam permainan
  • Pengamat: secara fisik tidak terlibat, tapi mengamati permainan dari luar lapangan

Sama dengan MASALAH atau fenomena yang sedang terjadi dalam hidup kita. Masalah akan menjadi semakin rumit kalo kita secara emosional terlibat di dalamnya. Seolah-olah masalahnya sangat besar, buntu, tidak ada jalan keluar. Apalagi kalo kita sampai meratapinya. Padahal bisa jadi, masalahnya sangat sepele.

Makanya, untuk dapat mengurai masalah, segera keluarlah dari masalah itu. Kontemplasi sejenak, tenangkan pikiran dan emosi. Setelah tenang, buatlah Perspektif dari luar masalah. Mintalah petunjuk kepada Sang Pemberi Masalah. Urai satu-satu masalahnya, kenali fenomena masalah yang terjadi, cari akar masalah dan penyebabnya. Dengan begitu, anda akan dapat memahami MASALAH yang terjadi. Anda akan memandang sederhana terhadap masalah. Selanjutnya, akan mudah mencari solusinya…

Ingat Helicopter View…!

Dalam menghadapi setiap masalah, sekali-sekali, jadilah Pengamat. Jangan selalu menjadi Pelaku. Seimbangkanlah posisi keduanya, agar MASALAH menjadi lebih SEDERHANA, agar MASALAH menjadi lebih MUDAH penyelesaiannya.

  • Simplistis: Orang yang menyederhanakan masalah sebelum memahaminya dengan lengkap (menggampangkan).
  • Simplicity: Orang menyederhanakan masalah setelah memahaminya (wisdom).

Baca juga: Trouble Is A Friend

Tiada hidup tanpa masalah. Tidak ada orang hidup bebas masalah. Bahkan orang yang sudah mati pun, masih akan menghadapi masalah selanjutnya di Hari Akherat. Apapun masalahnya, anda tidak akan bisa lari meninggalkannya.

  • Masalah anda kepada orang lain
  • Masalah anda kepada teman
  • Masalah anda kepada orangtua
  • Masalah anda kepada anak
  • Masalah anda kepada suami/istri
  • Masalah anda terhadap pekerjaan dan bisnis
  • Masalah anda terhadap DIRI SENDIRI

Semua masalah hidup harus dihadapi, dijalani dan diselesaikan. Atasi masalah tanpa masalah, bukan atasi masalah tambah masalah. Ingatlah..!! Bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluar. Sesungguhnya, bersama kesulitan itu ada kemudahan…

Baca juga: Berapa Lama Memegang Batu

Salam Perubahan..!!



Categories: Motivasi

Tags: , , , , , , , , , ,

1 reply

Trackbacks

  1. Memasang Lukisan di Dinding – Sugibisnis – Pusat Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: