Paradoks Milenium

Generasi Milenial

Oleh: Sugibisnis – 0811417144

Kali ini, saya akan memposting kembali tulisan pak Nasrullah Baksolahar, yang selalu memberikan banyak inspirasi dan pelajaran penting untuk kehidupan. Selamat menyimak..!

===========
Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Sanggup berdiri berlama-lama di kereta dan busway. Mampu berdiri mengantri karena kebijakan protokoler kesehatan di sarana publik. Namun tak kuat berlama-lama berdiri dalam shalat. Padahal shalat yang utama menurut ulama salaf adalah shalat malam yang berdirinya paling lama. Berdiri lama dengan membaca rangkaian ayat yang panjang. Berdiri lama dengan menikmati dan bersedih atas satu ayat yang dibaca berulang-ulang hingga waktu subuh tiba. Bila belum merasakan suasana ini? Ada apa dengan diri?

Menikmati gadget hingga tak sadar diri. Bermain dengan game, menikmati musik dan video. Berkomunikasi melalui chatting. Semua terdiam di transportasi publik. Mereka fokus dengan gadgetnya. Tak pernah memikirkan lainnya saat bergadget. Namun mengapa tak bisa khusyuk saat shalat? Sesaat pun tak bisa khusyuk? Wahai diri, mengapa dapat menikmati gadget tanpa tahu apa yang terjadi dengan diri dan sekitarnya, namun mengapa suara nyamuk sangat mengganggu saat shalat? Mengapa pegal berdiri tak kuat ditahan saat shalat? Mengapa wahai diri?

Menikmati LDR. Menikmati long distance relationship. Hanya berchating via media sosial. Hanya bervideo call dengan menikmati fasilitas data. Kadang tak pernah atau bertemu sesaat saja. Namun mengapa menikmati? Mengapa muncul kerinduan? Seolah-olah telah terjadi jalinan khusus yang luar biasa? Mengapa hubungan ini tak berlaku pada Allah SWT dan Rasulullah saw? Hanya berkomunikasi melalui medsos sudah dapat menghadirkan cinta dan rindu. Padahal belum bertemu, namun mengapa tak berlaku kepada Allah dan Rasulullah saw?

Cinta itu memiliki sinyal kuat. Rindu ini mengkoneksikan hati. Cinta dan rindu mendorong untuk bertemu. Bila tak tergerak untuk shalat. Bila tak tergerak untuk bershalawat. Bertanda tak ada cinta dan rindu pada Allah dan Rasulullah saw. Bertanda Allah tak pernah sedikitpun merindukan kita? Bertanda Rasulullah saw tak sedikit tahu bahwa kita umatnya.

Kita tak pantas bertemu Allah, sehingga Allah menghalau dan mengusir kita dari shalat. Allah mengusir kita dari rumah-Nya. Hati tak pantas untuk mengingat-Nya. Yang pantas hanya mengingat dunia dan hawa nafsu. Itulah yang sepadan dengan kualitas diri. Allah tak memberikan kekuatan untuk shalat karena jiwa kita yang kotor, tak pantas bertemu dengan Yang Maha Suci. Merasakah diusir oleh Allah?

Allah tak menggerakkan hati untuk bershalawat karena diri lebih asyik dan menikmati mentauladani selain Rasulullah saw. Mengapa menikmati manusia yang tempatnya salah dan hina? Mengapa tak menikmati mentauladani Rasulullah saw yang terjaga dari kesalahan? Pribadi yang mulia berteman dengan yang mulia. Itulah fitrah pertemanan. Itulah hukum kerumunan manusia. Ini sudah cukup untuk menilai siapakah diri ini?

Terusir dan diusir dari pintu-pintu Allah dan telaga Rasulullah saw. Karena kita memang tak memperdulikan-Nya lagi. Namun saat diterpa kesulitan dan kesusahan kita merengek pada Allah? Kemudian mengetuk-ngetuk pintu Allah tiada henti. Bila melupakan Allah dan Rasulullah saw, maka kita pun dilupakan dan tak diperdulilkan-Nya lagi. Bagaimana hidup tanpa cinta Allah dan Rasulullah saw? Biarlah kita sendiri yang menjawabnya. Hidup tanpa cinta. Hidup tanpa rindu. Itulah kehampaan dan kegersangan.

===========

Wahaii kaum Milenial, sadarlah. Hidupmu bukan hanya untuk saat ini. Hidupmu bukan hanya di dunia. Tapi ada masa depan yang menjadi hasil dan nasib kamu. Ada hari esok (akherat) yang menjadi tempat dan tujuan terakhirmu.

  • Sudahkah kamu memikirkannya?
  • Sudahkah kamu menyadarinya?
  • Sudahkah kamu mempersiapkannya?
  • Sudahkah kamu merindukannya?

Baca juga: Jangan Tertipu Gaya Hidup
Baca juga: Milenial Zaman Now

Salam Perubahan..!!

 

2 thoughts on “Paradoks Milenium

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.